Korban Gempa Berjuang Melawan Dingin

ACT DIY KirimTiga Personel Bantu Evakuasi

141
Bersama petugas dari TNI, tim ACT menolong korban gempa Lombok NTB yang terluka. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (05/08/2018) pukul 18:46 WIB. Guncangan gempa tidak hanya meruntuhkan rumah dan bangunan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.

Setidaknya hingga Minggu tengah malam tercatat 31 orang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan korban selamat bermalam di tenda-tenda maupun tempat-tempat terbuka. Mereka berjuang melawan dingin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan gempa besar itu terjadi dua kali.

Gempa 6,8 SR terjadi di 27 kilometer Timur Laut Lombok Utara dengan kedalaman 10 kilometer. Sementara gempa 7,0 SR terjadi di 18 kilometer Lombok Timur dengan kedalaman 15 kilometer.

Berbeda dengan gempa sebelumnya Minggu (29/07/2018) pekan lalu dengan skala guncangan 6,5 MMI, gempa kali ini menyebabkan skala guncangan 8,0 MMI. “Guncangannya sangat besar, mungkin dampak kerusakannya lebih masif daripada pekan lalu,” kata Sutopo.

Baca Juga :  Selesaikan Polemik Bandara dengan Musyawarah

Sementara itu, Koordinator Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di Lombok, Kusmayadi, melaporkan guncangan gempa terasa di Posko ACT yang terletak di wilayah Sembalun Lombok Timur. “Gempa sangat terasa dan berlangsung cukup lama di sini,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan Tim Emergency Response ACT bersama tim relawan medis maupun dari TNI melakukan evakuasi warga yang berada di sekitar wilayah Sembalun Lombok Timur.

Kusmayadi menambahkan, ambulans ACT terus bergerak mencari korban yang terkena reruntuhan dan membawanya ke posko medis.

“Tim medis melakukan penyelamatan terhadap korban yang terluka, sudah ada beberapa korban yang berhasil dievakuasi,” tambahnya.

ACT sendiri telah membangun tiga posko yaitu di Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Sambelia di Lombok Timur serta di Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Baca Juga :  Lelang Jabatan Direktur RS Dr Soedirman Nihil Pendaftar

“Semua tim emergency sekaligus medis siaga dan mengevakuasi warga di beberapa titik pengungsian, termasuk yang terdekat dari posko-posko ACT,” kata Kusmayadi.

Nasrudin dari ACT DIY menyampaikan, sebagai bentuk kepedulian, tiga orang personel DERM (Disaster Emergency Response Management) ACT DIY diterjunkan ke Lombok untuk membantu evakuasi warga.

Keberangkatan mereka menyusul 6 orang Tim Rescue dan medis dari ACT Jawa Timur, 6 orang tim rescue dan medis dari Sulawesi Selatan, 4 orang tim medis dari ACT Jakarta, serta 12 tim rescue dan medis dari ACT Bali. (sol)