Korban Keracunan Menjadi 60 Orang

231
Korban keracunan massal dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, Senin (2/10/2017) siang. Jumlahnya terus bertambah. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jumlah korban keracunan makanan usai menyantap hidangan buka puasa bersama di Masjid Al Iksan Dusun Tegalkrapyak Desa Panggungharjo Bantul, bertambah.

Hingga Senin (02/10/2017) siang, korban yang dirawat mencapai 60 orang. Data itu yang masuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul, belum termasuk yang berobat ke klinik Sorowajan dan Klinik Gading.

Manajer Humas Legal RS PKU Muhammadiyah Bantul, Farida Ulfah Ma’rifah, mengatakan, dari data pasien yang masuk ada 60 orang. Sebanyak 14 orang hingga sore masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut, sedangkan sisanya sudah boleh  pulang dan hanya rawat jalan.

“Mereka masuk ke RS sejak Minggu malam hingga siang hari ini terus berdatangan,” kata  Farida di kantornya.

Mereka yang diperbolehkan pulang karena dirasa sudah tidak begitu parah, sedangkan korban yang harus menjalani perawatan lanjutan tetap dirawat di RS tersebut.

Pihak RS sendiri melakukan perawatan sesuai prosedur medis, termasuk ada pemeriksaan laborat terhadap pasien. “Penyebab pastinya, kita masih menunggu hasil laboratorium,” katanya.

Seperti diberitakan, warga di Dusun Tegalkrapyak Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon mengalami keracunan massal usai kegiatan buka bersama di masjid Al Iksan, pedusunan setempat Sabtu (30/9/2017) lalu, (bukan Minggu (01/10/2017) seperti berita sebelumya).

Korban diketahui masuk pertama ke RS PKU Muhammadiyah Minggu (01/10/2017)  pukul 20:00 dan jumlahnya terus bertambah.

Masakan yang disajikan sejumlah 80 porsi terbagi 45 untuk mereka yang buka bersama di masjid dan selebihnya dibagikan ke rumah warga di seputar masjid.

Adapun menu berupa nasi lauk telur dadar dan sayur mi letheg goreng, tahu telur puyuh serta oseng kembang kol. Disajikan pula sebagai camilan pisang koja, kolombeng, dan lempeng rambak. (sol)