Korban Rumah Longsor Mengungsi ke Tempat Saudara

74
Rumah milik Nur Rofiq Muhammad Azari rusak akibat longsor. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah DIY pada Kamis (08/03/2018) sore mengakibatkan satu unit rumah di Perumahan Puri Kotagede Singosaren Banguntapan Bantul mengalami longsor.

Rumah milik Nur Rofiq Muhammad Azari atau biasa dipanggil Afiq ini tergerus arus air selokan. Kamis sore sekitar pukul 15:30, rumah bagian belakangnya longsor dan jatuh, karena bagian bawahnya sudah berlubang (nggronggong) akibat gerusan air.

Saat ini dengan kemampuan sendiri, Afiq melakukan pembersihan area dan sekaligus menasang buis beton untuk mengantisipasi arus air yang bisa datang bila terjadi hujan.

Anggota DPRD Bantul dari Banguntapan, H Setiya, Jumat (09/03/2018), meminta pemerintah daerah dapat langsung hadir. “Pertama, tentu memastikan keselamatan warga. Kedua melakukan pembenahan infrastruktur sehingga arus selokan tidak menabrak langsung pondasi rumah warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Desa Bantul Miliki Batik Khas. Seperti Apa?

Saat ini keluarga Afiq mengungsi ke tempat saudara, agar anak-anak aman dan tidak terjadi trauma. “Pak Afiq bersama warga juga sudah melakukan pembersihan sekaligus melakukan upaya antisipatif untuk kemungkinan adanya arus air kembali,” kata Setiya.

Bila terjadi hujan, selokan tersebut menampung luapan air dari kawasan Kotagede yang padat penduduk dan minim resapan air. “Saya kira pemerintah harus hadir dalam kondisi seperti ini. Baik untuk kondisi darurat maupun yang sifatnya jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Setiya, Pemkab Bantul perlu duduk bersama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk membangun sistem drainase yang terpadu dan kapasitasnya memadai untuk jumlah penduduk yang semakin besar.

Dia mengatakan, permukiman padat dengan resapan air yang minim secara otomatis air hujan terkirim ke Bantul yang berada di selatan Kota Jogja. Karena Bantul lebih rendah posisinya, maka air semuanya terbuang menuju Bantul.

Baca Juga :  Keluar Rutan Harus Bisa Baca Alquran

“Kondisi ini saya kira perlu dicarikan solusi bersama. Jangan sampai Pemkot Yogyakarta tidak merasa selama ini membuang air ke daerah Bantul. Risiko bencana di Bantul lebih tinggi,” kata Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (sol)