Korban Tanah Longsor Usung Kasur Cari Tempat Aman

144
Warga korban longsor di Dusun Karanggede Girimulyo Kulonprogo mengusung kasur, mengungsi ke tempat yang aman. Sebagian dari mereka juga membawa tikar dan peralatan dapur. (sri widodo/koranbernas.di)

KORANBERNAS.ID –– Hujan deras yang terjadi Senin (12/03/2018) petang hingga malam hari di perbukitan Menoreh Kulonprogo, mengakibatkan tanah longsor. Bencana alam itu merusak rumah hinggga menutup akses jalan.

Salah satu wilayah yang terkena longsor yaitu Dusun Karanggede Desa Jatimulyo  Kecamatan Girimulyo, warganya terpaksa mengungsi.

Para korban longsor itu berjalan kaki sambil mengusung kasur, tikar maupun perlengkapan dapur guna mencari tempat yang aman.

Ini karena material longsor menutup jalan akses warga dari dua desa. Longsor juga mengancam sekitar lima Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 30 jiwa.

Kepala Dusun Karanggede Desa Jatimulyo, Suparno, mengatakan longsor tersebut merupakan longsor susulan dari yang sebelumnya terjadi pada 7 Maret 2018.

Baca Juga :  Veteran Napak Tilas Kamar 291 Grand Inna Malioboro

Pada Senin malam itu, turun hujan deras yang menyebabkan tanah kembali longsor, dengan panjang longsoran mencapai 50 meter, tinggi 25 meter dan lebar 30 meter.

“Longsor memutus akses jalan bagi warga Desa Jatimulyo dan Desa Giripurwo. Jadi kalau anak-anak mau ke sekolah, atau masyarakat lain mau lewat harus memutar lewat Ngesong dan Jonggrangan,” terangnya Selasa (13/3/2018) pagi.

Tanah merekah

Rusmini, warga setempat mengatakan sejak terjadi hujan deras sepekan lalu, rekahan tanah semakin menganga lebar dan ambles.

Terlebih lagi saat hujan turun. Kondisi itu membuat dirinya dan sejumlah warga khawatir dan mencari tempat lebih aman. Sebagian mengungsi ke tempat saudara.

“Tiap hujan, tanah selalu bergerak, sedangkan jarak rumah saya dengan tanah yang ambles itu sekitar 50 sentimeter. Harapan kami, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemuda Ini Nekat Mencuri Motor Dinas TNI

Sebelumnya, juga terjadi tanah longsor pada Kamis silam. Peristiwa ini diawali hujan lebat Rabu  (07/03/2018) pukul 15:00.  Tebing belakang rumah Slamet mengalami retak serta sudah anjlok kurang lebih 50 senti, sepanjang 25 meter, lebar 30 meter dan ketinggian 25 meter.

Apabila terjadi hujan  lebat mengancam rumah warga.  Saat ini tanah longsoran menutup askes jalan warga Karanggede depan rumah Suwandi.

Potensi longsor di sini mengancam beberapa rumah warga. Mereka disarankan mengungsi ketika terjadi hujan, antara lain, keluarga Slamet, Suparjono, Suwandi, Bejo dan Sugiyat. (sol)