KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Purbalingga

372
Polisi lakukan penjagaan ketat di rumah dinas bupati Purbalingga. Sementara di dalamrumah dinas tersebut, Rabu (6/6/2018) petugas KPK sedang melakukan penggeledahan, untuk mencari barang bukti pendukung dalam kasus suap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center.(prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) membongkar kebobrokan di Pemkab Purbalingga terus berlanjut.Rabu (6/6/2018) pagi, tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas Bupati Purbalingga Tasdi untuk mencari barang bukti pendukung dalam kasus suap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center.

Pantauan koranbernas.id menyebutkan, tim KPK yang dikawal polisi bersenjata laras panjang tiba di kompleks Sekretariat Daerah Purbalingga sekitar pukul 09.10 WIB dan langsung menuju rumah dinas bupati yang berada di belakang Pendapa Dipokusumo.

Tim yang terdiri atas empat penyidik KPK itu langsung memasuki rumah dinas bupati, sedangkan sebagian polisi bersenjatakan laras panjang berjaga di pintu masuk tempat tersebut.

Petugas KPK lainnya, setelah menurunkan koper dari mobil, segera menaiki tangga di Gedung A Setda Purbalingga untuk menggeledah Ruang Kepala Unit Layanan Pengadaan yang berada di lantai 2.

Di tengah-tengah upaya penggeledahan, sejumlah pejabat tampak keluar masuk rumah dinas Bupati, diantaranya Kabag Umum Setda Soewardi. Namun dia enggan berkomentar lebih jauh. “Saya tidak tahu mas. Saya hanya diminta datang ke rumah dinas bupati.Maaf,” ujarnya singkat.

Istri Bupati Tasdi, Erni Widyawati juga juga tampak di dalam rumah dinas tersebut. Sementara itu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ikut mengamankan kompleks Pendapa Dipokusumo. Wartawan yang mencoba mengambil gambar di lokasi tersebut diawasi dengan ketat.

Wagub Jateng akan ke Purbalingga

Terpisah, Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi usai Apel Gelar Pasukan Pengamanan Idul Fitri di alun-alun Purbalingga, Rabu (6/6) pagi mengatakan pihaknya mengimbau kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap bekerja seperti biasa. Rencananya Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko Jumat (8/6) mendatang akan datang ke Purbalingga.

“Beliau akan memberikan pengarahan kepada jajaran ASN,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Bupati Purbalingga Tasdi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK, setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (4/6/2018) sore. Yang bersangkutan kini ditahan di sel Rutan KPK di gedung K4, terkait kasus suap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center.

Selain Tasdi, ada empat orang lainnya yang juga dijebloskan ke penjara. Terdiri, Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Hadi Iswanto dijebloskan ke sel Rutan Pomdam Jaya Guntur.Kemudian, tiga tersangka lainnya yang merupakan pihak penyuap Tasdi dan Hadi, yakni Hamdani Kosen ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat (Jakpus), Ardirawinata Nababan dan Librata Nababan di Rutan Polres Jakarta Timur (Jaktim).

Librata Nababan dan Hamdani Kosen merupakan kontraktor yang kerap mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pembak Purbalingga. Selain sedang mengerjakan proyek Purbalingga Islamic Center, Librata Nababan dan Hamdani Kosen sempat mengerjakan proyek pembangunan gedung DPRD Kabupaten Purbalingga tahun 2017 senilai Rp 9 milyar

Dalam kaitan ini, Tasdi diduga menerima commitment fee sebesar 2,5 persen yaitu Rp 500 juta dari nilai proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap II sebesar Rp 22 miliar. Namun barang bukti yang disita KPK sebesar Rp 100 juta.

Tasdi dan Hadi selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Adapun Hamdani, Librata, dan Ardirawinata dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Mereka terancam hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu, proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center merupakan proyek multiyears yang dikerjakan selama tiga tahun dari 2017 hingga 2019 dengan total nilai proyek Rp 77 miliar. Angka itu dibagi menjadi Rp 12 miliar (tahun anggaran 2017), Rp 22 miliar (anggaran 2018), dan Rp 43 miliar (tahun anggaran 2019).

Proyek Islamic Center diKelurahan Karangmanyar,Kecamatan Kalimanah meliputi 12 bangunan, terdiri atas gedung pengelola, gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta ruang konferensi berikut tempat parkir.

Selain itu, juga dibangun miniatur berbagai lokasi ibadah haji. Antara lain miniatur Kabah, Masjidil Haram beserta mihrab, bukit Safa dan Marwah, kawasan Mina berikut terowongan, Muzdalifah dan Arafah. Proyek yang bernafaskan untuk tujuan keagamaan itu, justru kini menjerat Bupati Tasdi yang akhirnya harus berurusan dengan KPK. (yve)