Kreativitas Pria Ini Tak Patut Ditiru

157
ilustrasi

KORANBERNAS.ID—Kreativitas memang menjadi salah satu kunci untuk sukses. Tapi kreativitas yang ditunjukkan Erwandi, sangat tidak pantas ditiru.
Warga Baledono ini, rupanya mendapat ilham dari cara anak-anak di kampungnya menangkap burung dengan menggunakan lem ataupun getah pohon. Cara ini, oleh Erwandi dimodifikasi, untuk melakukan pencurian uang di kotak infaq masjid.
Dalam aksinya, pelaku mengambil uang di dalam kotak infak tanpa merusak kotak infak. Dia menggunakan kawat yang telah dililit dengan lakban. Lidi berujung lengket ini, kemudian dimasukkan pelaku ke dalam lubang yang digunakan untuk memasukkan uang. Dengan perekat yang berada di sisi luar, uang di dalam kotak infak dengan mudah menempel dan diambil oleh pelaku. Dia telah sukses mencuri uang tersebut di beberapa masjid
Namun ketika kesekian kalinya beraksi di wilayah Panjatan ulah Erwandi akhirnya ketahuan. Saat mencuri di Masjid Baitusssalam di Pedukuhan IV, Depok, Kecamatan Panjatan aksinya dipergoki oleh warga.
Kapolsek Panjatan, AKP Gunardi Tejamurti menjelaskan bahwa pelaku melancarkan aksinya pada pukul 08.00 WIB. Ketika pelaku beraksi, suasana di sekitar masjid memang sepi lantaran sebagian warga telah melakukan aktivitas sehari-hari.
“Pelaku mengendarai sepeda motor dan memarkirkannya di utara masjid. Kemudian ketika hendak mengambil uang di dalam kotak infak ada seorang takmir masjid yang melihat pelaku,” ungkap Gunardi, Rabu (27/02/2018) di Mapolres Kulonprogo.
Ketika pelaku hendak kabur mengendarai sepeda motor matik nopol AA 6853 GV, sejumlah warga telah terlebih dahulu menghadang pelaku. Kemudian pelaku nekat lari sebelum akhirnya diamankan polisi.
“Pelaku sudah 12 kali melakukan aksi pencurian dengan cara tersebut. 10 kali di wilayah Panjatan, 1 kali di wilayah Wates dan 1 kali di wilayah Purworejo. Uangnya katanya untuk nyicil kredit motor,” tutur Gunardi kepada wartawan.
Pengakuan Er setiap kali beraksi, uang yang didapat bervariasi. Paling banyak pelaku bisa mendapat hingga Rp 75.000. Namun pelaku mengaku membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengambil uang dengan cara itu.
Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 362 juncto 53 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (SM)