KSEI Luncurkan C-BEST Generasi Terbaru

78
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi (lima dari kanan) saat pembukaan perdagangan di gedung BEI. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Rabu (08/08/2018) meluncurkan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) generasi terbaru atau C-BEST Next Generation (Next-G).

Peluncuran dilakukan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen, didampingi Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi dan Managing Director South Asia, South East Asia & Pacific Nasdaq, Robert Frojd.

Turut hadir dalam acara peluncuran tersebut, Direksi dan Komisaris Self Regulatory Organizations (SRO) serta perwakilan asosiasi Pasar Modal Indonesia.

C-BEST merupakan plaftorm elektronik terpadu yang mendukung aktivitas penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan sejak tahun 2000, tepatnya pada saat implementasi perdagangan tanpa warkat (scripless) di Pasar Modal Indonesia.

“Peluncuran C-BEST Next-G merupakan upaya KSEI mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia terutama dari sisi peningkatan jumlah investor dan peningkatan jumlah penyelesaian transaksi,” ungkap Friderica Widyasari Dewi.

Next-G ini diharapkan  sejalan dan mampu mendukung implementasi sistem perdagangan JATS Next-G BEI dan E-Clears KPEI yang telah diimplementasikan beberapa waktu lalu.

“Pasar Modal Indonesia saat ini mempunyai infrastruktur yang mapan dan dapat diandalkan. Dengan peningkatan jumlah investor, produk, dan transaksi di pasar modal, maka sistem C-BEST dikembangkan dengan spesifikasi kapasitas sistem yang lebih besar untuk menghasilkan performance sistem yang lebih baik. C-BEST Next Generation direncanakan dapat meng-handle kurang lebih 10 juta investor pasar modal,” kata Friderica.

Jumlah investor yang mengacu Single Investor Identification (SID), pada akhir tahun 2012 (sebelum pengembangan C-BEST Next-G), jumlah SID yang tercatat di KSEI baru mencapai

Baca Juga :  Naik Turun Tangga Pasar, Sepikul Air Dihargai Rp 4 Ribu

281.256, sedangkan per akhir Juli 2018 mencapai 1.369.810, atau meningkat sebesar 387 persen.

Pada 2017, total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST sebesar 2,84 triliun unit dengan frekuensi mencapai 74,3 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2016, dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,92 triliun unit dengan frekuensi sebesar 64,9 juta. Peningkatan jumlah ini diprediksi akan terus berlanjut setiap tahun.

Direktur KSEI Syafruddin menyampaikan, pengembangan C-BEST Next Generation akan menghadirkan performa yang lebih tinggi dan lebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung lainnya.

“Jumlah pemrosesan penyediaan transaksi pada C-BEST Next-G meningkat lebih dari enam kali lipat kapasitas sebelumnya, yaitu dari 3.000 penyelesaian menjadi sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit,” kata Syafruddin.

Desain sistem juga sudah mendukung pengembangan lebih lanjut terkait penerapan standar-standar internasional seperti ISO 20022. Sistem baru ini juga siap untuk penyimpanan tipe Efek baru, seperti Surat Utang perpetual dan Sub Rekening khusus syariah.

Untuk mengembangkan C-BEST Next-G, KSEI menunjuk Nasdaq sebagai penyedia teknologi dan pengembang sistem pada 17 Oktober 2014. Nasdaq sangat berpengalaman sebagai penyedia teknologi dan telah mengembangkan sistem bagi industri pasar modal utama dunia, termasuk mengembangkan sistem post-trade  untuk Central Securities Depository (CSD).

Managing Director South Asia, South East Asia & Pacific Nasdaq, Robert Frojd, mengatakan implementasi C-BEST Next-G adalah pencapaian luar biasa, tidak hanya untuk sektor ekonomi di Indonesia, tetapi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari infrastruktur pasar modal Asia Tenggara.

Baca Juga :  Disabilitas Menjadi Perhatian Pemkot

Iimplementasi C-BESTNext-G didukung oleh kompetensi dan keahlian tim yang baik, serta komitmen terhadap pengembangan proyek tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan dari Nasdaq bekerjasama dengan KSEI untuk proyek ini dan kami menantikan hubungan jangka panjang yang baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, menyampaikan peresmian C-BEST Next-G menjadi salah satu pencapaian positif KSEI dan Pasar Modal Indonesia di tahun 2018.

Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia yang sudah sedemikian cepat, tentunya tidak akan sustain jika tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai baik dari sisi perdagangan, kliring, maupun penyelesaian transaksi Efek.

Infrastruktur yang disiapkan perlu mengadopsi teknologi yang up to date, serta standar yang berlaku Internasional, sehingga memungkinkan pengembangannya dilakukan secara berkelanjutan, dalam rangka mengantisipasi perkembangan pasar yang bergerak semakin cepat.

“Dengan melihat perkembangan transaksi di pasar modal kita yang sudah sangat cepat, serta perkembangan sistem dan teknologi yang sudah semakin maju, maka pengembangan berkelanjutan atas sistem C-BEST menjadi sangat diperlukan. Apalagi, melihat peran KSEI saat ini yang berkembang semakin luas, tidak hanya melakukan penatausahaan dan penyelesaian untuk instrumen pasar modal, namun juga instrumen lain di pasar uang,” kata Hoesen.

Pada implementasi C-BEST Next-G, KSEI juga didukung oleh asosiasi pasar modal terkait yaitu, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI) dan Asosiasi Biro Administrasi Efek Indonesia (ABI), untuk memastikan peran serta aktif pelaku pasar dalam proses migrasi sistem tersebut. (sol)