KTIN Dibuka Tanpa Kehadiran Pimpinan KPK

146
Pelaksana Tugas Inspektur, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono, didampingi Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, ketika membuka KTIN I, Selasa (20/03/2018). (Humas Pemkab Kebumen)

KORANBERNAS.ID–Acara Kolaborasi Tunas Integritas Nasional (KTIN) I, Selasa (20/03/2018)  dibuka oleh Pelaksana Tugas Inspektur pada Inspektorat Provinsi Jateng Siswo Laksono.  Pelaksana tugas Gubernur Jateng Heri Sudjatmoko yang dijadwalkan membuka KTIN I di Kebumen berhalangan hadir

Setelah pembukaan, berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) panitia lokal Pemkab Kebumen, keynot speaker oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diganti dengan  Kepala Perpustakaan Nasional M Syarif Bando.

Siswo Laksono berharap setelah kegiatan KTIN  I, tidak ada penyelenggara negara yang  mengikuti KTIN I di OTT oleh KPK.

Sebelumnya, berdasarkan sepengetahuanya, pasca kegiatan semacam ini yang sebelumnya diselenggarakan  KPK, ada peserta yang terkena OTT KPK.

Di Jawa Tengah, menurut  Siswo Laksono untuk mencegah korupsi, salah satunya dibuka  layanan pelaporan gratifikasi. Layanan gratifikasi yang ada di Inspektorat Priovinsi Jateng dan Inspektorat Kabupaten/ Kota,   tujuannya untuk mencegah korupsi yang bersumber dari suap untuk penyelenggara negara.

Baca Juga :  Tidak Sediakan Ruang Laktasi Izin Usaha Bisa Dicabut

Acara KTIN I di Kebumen, yang diminta Bupati Kebumen non aktif Yahya Fuad, ketika kegiatan serupa di  Kabupaten Raja Ampat,  Papua. Permintaan itu, sebelum terjadi Operasi  Tangkap Tangan  (OTT) di Kebumen pertengahan Oktober 2016.

Kegiatan KTIN I di Kebumen diselenggarakan Pemkab Kebumen dan Sekretariat Bersama KTIN. Pemkab Kebumen mengalokasikan  anggaran Rp 602 juta, untuk penyelenggaraan acara ini.  Anggaran itu diluar akomodasi hotel, yang dibayai sendiri oleh peserta. (SM)