Kualitas Beras Mirip Raskin, Tiga Pasar Batal Laksanakan OP 

214
Seorang warga mengamati beras medium yang dijual Perum Bulog di Pasar Delanggu. Setelah melihat kondisi beras yang diklaim seperti beras raskin, warga mengurungkan niatnya untuk membeli. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pelaksanaan operasi pasar (OP) beras di Kabupaten Klaten dalam rangka mengantisipasi tingginya harga beras di pasaran dijadwalkan berlangsung serentak di 9 pasar berbeda, Jumat (12/01/2018). Namun di lapangan ada 3 pasar yang tidak melaksanakan kegiatan tersebut.

Tiga pasar yang batal melakukan operasi pasar beras yakni Pasar Tegalgondo wilayah UPTD Pasar Delanggu, Pasar Kraguman wilayah UPTD Pasar Gondang dan Pasar Wedi wilayah UPTD Pasar Kota.

Kepala Bulog Sub Divre Surakarta Titov Agus mengatakan pelaksanaan operasi pasar tidak dilakukan secara show pada satu hari, namun target bulog adalah bagaimana menyediakan beras medium.

“Bagi pasar yang hari ini tidak bisa melaksanakan akan dijadwalkan pada hari lain,” katanya.

Dijelaskan, sedianya memang ada 9 pasar tradisional di Kabupaten Klaten yang menggelar OP beras medium serentak. Sembilan pasar tersebut Pasar Tegalgongo, Pasar Delanggu, Pasar Daleman, Pasar Klaten, Pasar Srago, Pasar Gabus Jatinom, Pasar Wedi, Pasar Kraguman dan Pasar Pedan. Di masing-masing pasar dialokasikan beras medium sebanyak 5 ton dengan harga Rp 9.350/kilogram untuk kemasan 5 kilogram dan Rp 9.000/kilogram untuk kemasan karung 25 kilogram

Pelaksanaan OP beras ditargetkan berlangsung hingga Maret 2018. Namun seandainya harga beras sudah normal dan hasil panenan petani juga normal maka kegiatan OP beras dihentikan.

Pelaksanaan OP beras di wilayah Kota Klaten yang dihadiri langsung Bupati Hj Sri Mulyani dan Kepala Sub Bulog Surakarta Titov Agus berjalan lancar dan animo masyarakat untuk membeli sangat tinggi.

Berbeda halnya dengan di Pasar Delanggu dan Pasar Gabus Jatinom. Di Pasar Delanggu animo warga kurang karena minimnya sosialisasi. Terbukti sekitar 1 jam mobil pengangkut beras parkir di Pasar Delanggu ternyata belum ada pembeli yang datang.

Selain itu, warga juga turut mempertanyakan kualitas beras yang dijual. “Berasnya kok warna kekuningan dan tidak beda dengan beras jatah (raskin),” tanya warga.

Setelah melihat kondisi beras itu, warga ada yang mengurungkan niatnya membeli dan ada juga yang membeli dalam jumlah terbatas dan eceran.

Mulyono, pemilik kios Pasar Delanggu tempat pelaksanaan OP beras saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu dengan kondisi beras yang dijual karena mitra kerja Bulog yang ditugasi adalah CV Rizky Pratama Delanggu.

Namun Mulyono mengakui OP beras tersebut dilakukan karena harga beras medium di pasar sudah tinggi. “Kalau di kios saya harga beras beda-beda. Ada yang Rp 10 ribu, Rp 11 ribu dan Rp 12 ribu. Sedangkan jenis mentik wangi Rp 13 ribu perkilogram,” ujarnya

Sementara itu Prasetyo, pimpinan CV Rizky Putra Delanggu mengakui pihaknya yang menyediakan beras medium yang di OP-kan di wilayah Delanggu.

Menanggapi belum dilaksanakannya OP beras di Pasar Tegalgondo, dia mengaku akan melaksanakannnya pada hari lain. Sebab pelaksanaan OP sangat terburu-buru sehingga pihaknya cukup kerepotan menyediakan beras yang mau dijual. (SM)