Kulonprogo Bakal Punya RS Nahdlatul Ulama

464
Peresmian pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (NU) di Kaligintung Temon Kulonprogo, Jumat (30/3/2018).(sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Wakil Gubernur DIY, Paku Alam 1X meresmikan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (NU) di Kaligintung Temon Kulonprogo, Jumat (30/3/2018). Acara yang cukup meriah ini dihadiri oleh Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eka Putra Sanjaya, Ketua PB NU Said Aqil Siroj, Bupati Hasto Wardoyo bersama Forkkmpinda pengurus NU pusat dan DIY serta tokoh ulama NU lainnya.

Ketua PB NU Said Aqil Siraj mengatakan, pembangunan rumah sakit milik NU merupakan yang kelima. NU sudah memiliki rumah sakit di Jombang Tubang Surabaya dan Demak.

“Rumah sakit orang NU banyak. Tetapi yang milik badan hukum ini. Semoga bermanfaat ya” katanya.

Said Aqil Siraj menjelaskan rumah sakit di Temon ini dibangun mendengarkan informasi Bupati Kulonprogo. Sebab di kawasan itu pelayanan rumah sakit sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Belajar dari Lomba Bercerita

Sementara Eka Putra Sanjaya mengatakan, peran NU kepada negeri sudah dilakukan sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Kemudian NU juga berperan menjaga kesatuan persatuan NKRI. Bila ada pihak yang mencoba mengganggu persatuan kesatuan RI maka NU ikut mengatasinya paling depan.

“NU juga ikut serta dalam usaha mensejahterakan rakyat diberbagai bidang. Termasuk di bidang kesehatan dengan adanya rumah sakit senacam ini” ujarnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menjelaskan RS.NU ini akan sangat bernabfaat dalam melayani rujukan dari Jawa Tengah Selatan.

“Selama ini RS Sarjito kewalahan menerima antrian pasien yang akan kemo. Juga pelayanan rujukan lainnya. Pelayanan yang berkualitas juga dibutuhkan dengan akan adanya bandara internasional. Rumah sakit hanya 2 km dari bandara,” ujarnya.

Baca Juga :  Target Meleset, Publik Tetap Antusias Tonton JAS

Di DIY sendiri termasuk Kulonprogo penderita gangguan kejiwaan juga cukup banyak yang memerlukan pertolongan.

Pembangunan RS NU merupakan kerja sana dengan BUMN, PT Wijaya Karya. Menurut Destiawan Sumarjana dari Wijaya Karya, RS dibangun empat lantai dan memiliki 200 tempat tidur. Untuk tahap pertama dibangun 100 tempat tidur dan selesai tahun ini juga.(yve)