Kulonprogo Peringati Hari Jadi ke-66 Temon akan Jadi Mercusuar Dunia

612
Upacara hari jadi Kulonprogo ke-66 semarak. Dimeriahkan dengan berbagai lomba, dan juga atraksi kesenian termasuk tari jemparingan. (sri widodo/koranbernas.id)

 

KORANBERNAS,ID–Upacara hari jadi Kabupaten Kulonprogo Minggu (15/10/2017) berjalan senarak. Pagi hari di sekolah- sekolah dan beberapa kantor mengadakan upacara. Bahkan beberapa pasar pun melaksanakan upacara. Keistimewaan Yogyakarta benar-benar menonjol. Karena semua peserta upacara mengenakan pakaian adat Jawa, termasuk para pedagang pasar.

Untuk tingkat Kabupaten Kulonprogo upacara berlangsung sore hari di Alun-alun Wates.

Bertindak selaku pemimpin upacara Wakil Gubernur DIY Paku Alam X. Ikut mendampingi Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Muspida dan undangan lainnya.

Upacara diawali tarian jemparingan dari penari-penari Kecamatan Sentolo. Tarian keprajuritan yang membawa kain batik geblek renteng warna pare anom warna khas Kulonprogo. Dilanjutkan lantunan gending dan mars Kulonprogo Binangun.

Baca Juga :  1.225 Calon Jamaah Haji Sleman terbagi 4 Kloter

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dalam laporannya menyebutkan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam peringatan hari jadi Kulonprogo ke-66 ini. Diantaranya berbagai lomba, juga menggelar pameran Manunggal Fair.

Hasto menyatakan, hari jadi Kulonprogo ke-66 ini bertema “Kulonprogo Bangkit”. Bertekad melakukan kerja keras yang inovatif. Terkebih dengan adanya pembangunan bandara Kulonprogo berusaha keras mengangkat potensi yang dimiliki dengan meningkatkan kualitas produk berstandar internasional.

Gubernur DIY Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Paku Alam X berharap agar momentum peringatan hari jadi Kulonprogo ke-66 ini benar-benar dapat terwujud kejayaan Kulonprogo.

Sejak dimulainya pembangunanan pelabuhan di Karangwuni sudah dicanangkan semangat “among tani dagang layar”. Berangkat dari babat alas Mentaok Panembahan Senopati didukung para sesepuhnya membangun Mataran yang memajukan “among tani”. Maka pembangunan pelabuhan merupakan babat alas memajukan “dagang layar”,” ujar Sultan.

Baca Juga :  Fraksi PDIP Jatim Salurkan Bantuan Beras Satu Ton

Berkait dengan unen -unen para keluhur bahwa kelak di Glagah akan ada kinjeng wesi dan penjual cincau dilangit. Juga menyatakan antara Kulur dan Glagah akan menjadi kota yang besar maka Sultan berharap ramalan tersebut akan terwujud. Dengan adanya bandara di Temon dan pelabuhan di Karangwuni,  disini akan menjadi mercusuar dunia. (SM)