Kulonprogo Peringkat Dua Fatalitas Laka Lantas

92

KORANBERNAS.ID — Tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Kabupaten Kulonprogo hingga saat ini cukup tinggi dengan banyaknya korban meninggal dunia. Sebagian besar kecelakaan karena pengendara tidak mematuhi aturan serta mengabaikan prinsip keselamatan berlalu lintas.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai menjelaskan, pihaknya  mencatat selama 2017 terdapat 408 perkara laka lantas. Angka ini menurun 18,4 persen dibanding 2016 yang terdapat 500 kejadian. Namun demikian angka fatalitas korban kecelakaan pada 2017  meningkat signifikan sekitar 12,2 persen dari tahun 2016.

“Kulonprogo masuk peringkat kedua di DIY dalam tingkat fatalitas terjadinya kecelakaan lalu lintas. Meskipun jumlah kejadian menurun, jumlah korban tewas justru cenderung masih tinggi,” jelas  AKBP Irfan Rifai, Minggu (31/12/2017).

Pada 2017, tercatat ada 55 jiwa melayang akibat kejadian kecelakaan lalu lintas dibanding 2016 yang terdapat 49 korban meninggal dunia.

Baca Juga :  Muslimat NU Bahas Pendidikan Berbasis Budaya

Demikian juga korban luka berat meningkat dari 4 orang pada 2016 menjadi 9 orang di 2017. Adapun korban kecelakaan dengan luka ringan menurun dari 996 orang di 2016 menjadi 778 orang di 2017.

Kecelakaan itu kebanyakan terjadi di jalanan utama Kulonprogo yakni Jalur Utama Selatan maupun di Jalur Daendels atau Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Jalan itu memang  lurus,  lebar, serta kondisi permukaan relatif mulus. Inilah yang cukup melenakan pengguna jalan, kemudian cenderung memacu kendaraan lebih cepat namun risiko kecelakaan lebih besar.

“Kecelakaan itu bukan hanya dipengaruhi human error namun juga kelengkapan kendaraan, ketaatan pada aturan, hingga kematangan psikologi dan skill pengendara. Fatalitas bisa ditekan dengan berbagai upaya,” sambung Irfan.

Saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu, pihaknya gencar menindak segala bentuk pelanggaran seperti kelengkapan kendaraan maupun pelanggaran marka.

Baca Juga :  Bangsa yang Baik Lahir dari Keluarga Terencana

Dari situ diperoleh hasil 15.000 pelanggaran oleh pengguna jalan namun zero accident (nihil kecelakaan) selama operasi berlangsung.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto, menambahkan,  kejadian kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi pada sekitar September di mana ada 10 korban jiwa.

Untuk menekan  fatalitas kecelakaan dilakukan beberapa  upaya, termasuk menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait.

Antara lain memastikan terdapatnya penerangan memadai di tiap jalur jalan dan juga mencegah pelajar yang belum cukup umur maupun skill menggunakan kendaraan bermotor untuk bersekolah.

“Penerangan sangat jalan sangat krusial karena beberapa titik berupa black spot yang rawan kecelakaan. Misalkan di Jalan Daendels. Juga beberapa ruas jalan provinsi lainnya,” jelasnya. (sol)