Kulonprogo Terancam Tanggap Darurat Bencana,

180

KORANBERNAS.ID –Kulonprogo diduga akan mengalami kekeringan yang berkepanjangan. Bila pertengahan Oktober masih belum turun hujan deras dan stok air bersih menipis maka kabupaten itu dinyatakan ‘tanggap darurat bencana kekeringan’.

Ketua Tagana Kulonprogo, Miskijo, Minggu (24/09/2017) mengungkapkan, bantuan air bersih yang disalurkan sejak Agustus lalu telah mencapai 179 tangki hingga pekan kemarin.

“Bantuan itu didistribusikan berdasarkan permohonan warga dari delapan kecamatan yang termasuk dalam wilayah rawan kekeringan,” jelasnya.

Keterbatasan air bersih diperkirakan terjadi hingga Oktober atau November nanti. Bila stok bantuan air bersih yang dikelola Tagana Kulonprogo habis maka kebutuhan air bersih selanjutnya harus dipenuhi dengan penyaluran bantuan dari Bank BPD DIY oleh BPBD Kulonprogo.

“Nanti ada enam armada yang dikerahkan. Dua dari Tagana, satu dari BPBD, dua PMI, dan satu lagi dari PDAM,” ujar Miskijo.

Sementara itu Kepala BPBD Kulonprogo Gusdi Hartono menjelaskan, Pemkab Kulonprogo telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sejak 28 Agustus 2017. Peningkatan status berpeluang dinaikkan apabila terjadi kekosongan stok bantuan air bersih pada pekan kedua Oktober mendatang.

Baca Juga :  Implementasi KLA Tergantung Kondisi Tiap Daerah

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kulonprogo No.326/A/2017, status siaga darurat bencana kekeringan berlaku hingga 28 Oktober 2017. Namun, status itu dapat diperpanjang maupun diubah sesuai kondisi penanganan bencana dan potensi perubahan cuaca.

“Sekarang masih siaga. Apakah akan dinaikkan menjadi tanggap darurat atau tidak, itu tergantung di lapangan,” ujarnya.

Gusdi menjelaskan, saat ini penyaluran bantuan air bersih masih lebih banyak ditangani Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo dengan alokasi dana dari Dinas Sosial (Dinsos) DIY. Ada 200 tangki air bersih yang disiapkan dengan volume masing-masing 5.000 liter. Sedangkan BPBD Kulonprogo menyalurkan sumbangan air bersih dari CSR pihak ketiga.

Hingga pekan lalu, setidaknya sudah ada 10 tangki air bersih dari SMA Negeri 5 Jogja dan 14 lainnya dari BPR Bhakti Daya Ekonomi (BDE) yang didistribusikan. Stok bantuan air bersih yang dikelola Tagana Kulonprogo sudah menipis. Bantuan dari BPR BDE yang ditargetkan sebanyak 40 tangki juga diperkirakan segera habis.

Baca Juga :  Ma'ruf Diharapkan Mampu Merangkul Semua

Namun dari kalangan perbankan, yaitu Bank BPD DIY. Sebanyak 275 tangki air bersih bisa disalurkan secara bertahap mulai Rabu (27/09/2017) besok. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, bantuan dari Bank BPD DIY juga hanya bisa diberikan selama 12 hari.

Gusdi berharap bantuan dari pihak lainnya kembali bermunculan. Jika tidak, BPBD Kulonprogo akan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemda DIY.

“Kalau minggu kedua Oktober tidak dapat bantuan dari keduanya, kami akan naikkan status,” ungkap Gusdi.

Gusdi menambahkan, BPBD Kulonprogo sudah mengajukan usulan dana penanggulangan bencana kekeringan sebesar Rp500 juta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

“Kalau nanti status naik menjadi tanggap darurat, maka dana itu dalam 24 jam bisa cair,” ucap Gusdi.(yve)