Kunci ‘Cemanthel’, Motor pun digondol

263
Polsek Srandakan berhasil mengungkap kasus curanmor dengan relatif cepat. (Sari Wijaya/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dalam sepekan terakhir jajaran kepolisian sektor Srandakan berhasil mengungkap dua kasus yakni pencurian motor (curanmor) serta perjudian. Kasus curanmor atau maling motor terjadi di Dusun Sambeng II Desa Poncosari dan untuk perjudian terjadi di Dusun Gerso desa yang sama.
Kapolsek Srandakan Kompol Slamet didampingi Panit Reskrim Ipda Deni Ismail mengatakan jajaran kepolisian berhasil mengamankan satu pelaku untuk maling motor dan enam penjudi dadu yang kini semua ditahan di Mapolsek Srandakan sebelum akhirnya di titipkan ke LP Pajangan.
Kasus maling motor terjadi di Sambeng II terjadi di halaman rumah Oka Fitrianingsih (27) pada Sabtu (19/11) menjelang dzhuhur. Saat itu tersangka yang bekerja sebagai penyebar brosur pengobatan alternatif berinisial KP (19 tahun) . Saat itu KP yang jalan berkeliling membagi brosur dari rumah ke rumah melihat motor Honda Beat Nopol AB 6510 JK yang terparkir di halaman rumak Oka berikut kunci yang masih ‘cemantol’.
“Tersangka yang awalnya tidak ada niat mencuri akhirnya timbul keinginan setelah melihat ada kesempatan tersebut,” kata Kapolsek Srandakan Kompol Slamet didampingi Panit reskrim Ipda Deni Ismail saat pers rilis di Mapolsek Srandakan, Senin (20/11) sore.
Slamet melanjutkan motor kemudian dituntun pelaku dan setelah jauh dari rumah korban dilarikan hingga ke Purwokerto tempat asal pelaku.
Untuk menghilangkan jejak pelaku membuang plat nomor kendaraan di sungai Serayu. Berkat kegesitan petugas setelah melakukan olah TKP dan juga keterangan saksi, berikut petunjuk awal brosur pengobatan alternatif, tersangka berhasil dibekuk di rumah orang tuanya berikut BB motor beat tidak sampai 24 jam.
“Dari brosur ini kita telusuri ke tempat pengobatan alternatif dan didapat alamat pelaku di Purwokerto,” kata Kapolsek.
Selain itu jajaran Polsek Srandakan juga berhasil mengungkap kasus perjudian di rumah Banu Wibowo, Dusun Gerso, Desa Poncosari tanggal 15 November pukul 23.30 WIB. Petugas mengamankan enam penjudi berikut uang Rp 315.000 dan dadu serta remi.
“Saya baru sekali ini jadi bandar karena yang lain tidak mau membandari,” kata T (43) salah satu penjudi kepada wartawan.
Menurutnya mereka judi hanya iseng-iseng semata, karena hujan maka mereka yang berasal dari berbagai wilayah bahkan lintas kabupaten itu neduh di rumah Banu Wibowo. Dari sana mereka iseng bermain judi di dapur rumah, dan digerebek petugas yang mendapatkan laporan dari masyarakat. (ros)

Baca Juga :  Parpol Kesulitan Susun Lampiran KTA