Kunjungan Wisatawan Mencapai  2, 4 Juta

255
Wisatawan memadati kawasan kawasan pantai di Gunungkidul.(st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Kunjungan wisatawan selama libur Idul Adha 2017, ke wilayah Kabupaten Gunungkidul, mencapai 51.500 orang. Sedang jumlah kunjungan wisata hingga awal September 2017 ini sudah menembus 2,4 juta wisatawan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono menyampaikan, jumlah kunjungan wisata dari Jumat (01/08/2017) sampai dengan Minggu (03/08/2017) mencapai 51.500 orang. Jumlah kunjungan ini mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 415.432.300.

“Selama libur Idul Adha memang tidak ada target,”katanya saat dihubungi Senin (04/08/2017).

Pengunjung kebanyakan masih menjadikan pantai sebagai tujuan utama. Sekitar 80 persen dari total kunjungan wisatawan, menyempatkan datang ke pantai. Disusul kemudian kunjungan ke Goa Pindul, hingga Air terjun Sri Getuk.

Baca Juga :  Alumni SPGN Purwokerto Reuni

Ia pun memastikan jumlah kunjungan ke Gunungkidul jauh lebih banyak, karena yang dihitung merupakan lokasi yang sudah dikelola pemkab melalui retribusi. Padahal masih banyak, destinasi yang dikelola langsung masyarakat.

“Untuk kunjungan wisata non retribusi sekitar 30 sampai 40 persen dari jumlah wisatawan yang didata,” ulasnya.

Hary menjelaskan, Gunungkidul menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Terbukti, sampai saat ini sudah ada 2,4 juta wisatawan, dengan PAD lebih dari Rp 20 miliar.

Untuk memperkenalkan destinasi wisata lain, agar tidak hanya di pantai pihaknya memaksimalkan potensi yang ada di sisi utara.

“Sisi utara misalnya Gedangsari, terus kita kembangkan. Apalagi ada flying Fox terpanjang di Asia,”ucapnya.

Baca Juga :  Eksekutif Belum Rampungkan Penyusunan RAPBD 2018

Selain itu, pihaknya optimis dengan adanya bandara baru di Kulonprogo dan dibukanya Jalur jalan lintas Selatan (JJLS) akan memperbanyak kunjungan wisatawan.

Terpisah, pegiat pariwisata, Adhitya Putra, berharap dinas pariwisata memiliki inovasi terhadap destinasi wisata. Harapannya, saat adanya bandara baru, wisatawan tidak hanya berkunjung ke Borobudur atau ke kabupaten lain di DIY.

“Gunungkidul harus berinovasi, jangan sampai adanya bandara baru 2019 mendatang kita hanya jadi penonton,”katanya. (St.Aryono/Sm)