Lagi, Sleman Raih Penghargaan Nasional

254
Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya menyerahkan penghargaan peringkat kedua kategori Best Smart Governance untuk Kabupaten dalam ISNA 2018 dari Citi Asia, Inc kepada Kepala Dinas Kominfo Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes di Tangerang, Kamis (03/05/2018).(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Kabupaten Sleman meraih peringkat kedua kategori Best Smart Governance untuk Kabupaten dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2015 dari Citi Asia, Inc. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya kepada Kepala Dinas Kominfo Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes di Nusantara 2 Hall, ICE BSD, Tangerang, Kamis (03/05/2018).

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih mengatakan, penghargaan yang diterima Kabupaten Sleman ini menandakan Sleman unggul di bidang tata kelola pemerintahan atau smart governance. Sleman menjadi salah satu pemenang dari total 63 pemenang untuk kota, kabupaten, dan provinsi terpilih.

“Indonesia Smart Nation Award ini dinilai dengan metodologi riset atau sumber data di antaranya dari Dirjen Perimbangan Keuangan untuk pengelolaan APBD, kemudian BPK untuk opini terhadap LKPD lalu Kementerian PAN RB untuk evaluasi LAKIP Pemda, survei potensi desa, media tracking baik cetak maupun online termasuk penyediaan artikel secara online, lalu daerah dalam angka,” tutur Intri, Jumat (04/05/2018).

Baca Juga :  Dirikan Tomira, Cara Bupati Kulonprogo Angkat Produk Lokal

Dikatakan Intri, melihat dari kriteria yang dinilai, ini menjadi tantangan bagi Sleman untuk meningkatkan kinerja dalam tata kelola pemerintahan.

“Sleman tetap harus senantiasa mendorong pengembangan dan pengelolaan komponen smart city lainnya,” tandasnya.

Sementara menurut Cahyana Ahmadjayadi, Founder & Chairman Citiasia, penerima penghargaan ISNA 2018 merupakan daerah-daerah dengan peringkat terbaik pada 7 kategori penghargaan, yaitu Smart Readiness, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment di mana masing-masing terdiri dari 3 daerah nominasi.

Dikatakan Cahyana, sebelum dinobatkan sebagai pemenang, daerah-daerah ini dinilai berdasarkan hasil studi Indonesia Smart Region Maturity Index (Indeks Kematangan Daerah Pintar).

“Dalam proses penilaian indeks, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran yang berasal dari data capaian pembangunan kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia sejak tahun 2014 hingga tahun 2017,” ungkap Cahyana.

Baca Juga :  Camat Sedayu Ingin Setiap Desa Gelar Ekspo

Sedang penilaian melibatkan data hasil investigasi terhadap exposure seluruh daerah di lebih dari 260.000 artikel pemberitaan yang terdapat di lebih dari 30 media cetak dan elektronik nasional yang dimulai dari bulan Januari 2017 hingga Desember 2017.

Cahyana mengatakan, dalam rapat dewan juri penentuan pemenang, dewan juri menyepakati sebuah transformasi dalam ISNA 2018.

Transformasi tersebut terutama dalam hal kategori penerima penghargaan yang pada tahun sebelumnya diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kota, kabupaten dan provinsi yang dibagi ke dalam 3 kategori daerah, yaitu besar, sedang dan kecil berdasarkan populasi penduduk.

“Sementara, pada tahun 2018, kategori penerima penghargaan diberikan berdasarkan kinerja pada dimensi smart city dan kesiapan smart city,” bebernya. (yve)