Lampu Antik Ini Ternyata Buatan Semin

1446
H Rusmani menunjukkan lampu antik hasil produksinya. (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Lampu antik yang tergantung di ruang tamu akan menambah indah suasana rumah. Namun siapa sangka, lampu antik dengan ornamen unik dan menarik itu ternyata buatan warga Dusun Garotan Desa Bendung Semin Kabupaten Gunungkidul.

Tidak hanya beredar di pasar dalam negeri, lampu hias dengan bahan baku aluminium yang diproduksi oleh Lampu Antik ‘Barokah” ini bahkan menembus pasar ekspor. Sebut saja sejumlah negara seperti Turki, Malaysia, Korea dan Yunani.

“Harganya mulai Rp dari 600 ribu hingga Rp 18 juta per unit,” ungkap H Rusmani, pendiri sekaligus pemilik usaha Lampu Antik Barokah tatkala menerima kunjungan Wartawan Unit Kepatihan yang mengikuti kegiatan pers tour dalam daerah ke Gunungkidul, Rabu (13/09/2017).

Baca Juga :  Gunungkidul Jadi Gudang Dalang Wayang Kulit

Rusmani mulai menggeluti usaha tersebut sejak tahun 1990. Awalnya dia bekerja di Ceper Klaten kemudian berpindah ke Semarang. Begitu  bekal ilmunya dirasa cukup, dia mendirikan usaha sendiri dan kini dibantu dua putranya yaitu M Nurul Huda dan Zaenal Arifin, ditambah tujuh orang karyawan bagian produksi.

Usaha yang dirintisnya itu kini berkembang dan omzetnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dari sisi ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja tentu saja keberadaan usaha kecil dan menengah (UKM) ini sangat bermanfaat bagi desa tersebut.

Selain itu, juga membuat warga desa bersemangat. “Lampu Antik Barokah ini merupakan potensi unggulan desa kami,” ungkap Didik Rubianto, Kepala Desa (Kades) Bendung. Dia pun mengajak media untuk bermitra supaya warganya lebih termotivasi mengembangkan industri.

Baca Juga :  Akhirnya Gunungkidul Bersiap Punya Bandara Perintis

Hal ini sejalan dengan langkah jajaran Disperindag Kabupaten Gunungkidul, untuk memajukan usaha perlu promosi dan edukasi sehingga konsumen tertarik berkunjung dan membeli produk kabupaten ini. Di Gunungkidul sendiri tercatat ada 20.150 UMK, 50 persennya bergerak di sektor makanan, sisanya kerajinan, mebel serta furniture.

Sependapat, Kasi Publikasi, Dokumentasi dan Media Massa Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Dra EC Sukarmi MM, menyampaikan pentingnya publikasi dan promosi produk UKM di DIY, termasuk hasil produksi cor logam dari Gunungkidul. (sol)