Lampu Antik Semin Tak Kalah Bersaing dengan Produk China

524
Proses produksi Lampu Antik Barokah di Semin Gunungkidul. (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Produk Lampu Antik ”Barokah” dari Dusun Garotan Desa Bendung Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul selama ini kualitasnya bagus. Terbukti, produk lokal ini tidak kalah bersaing dengan produk-produk serupa dari China yang harganya lebih murah.

“Sekitar tiga tahun ini saingan kita paling besar dari China, barangnya bagus harganya murah. Kita nggak tahu kenapa bisa lebih murah. Tapi kita masih safe, karena kita main di interior. Lampu-lampu seperti yang digantung ini China nggak punya. China main di eksterior, kita interior,” papar Zaenal Arifin, Rabu (13/09/2017) di rumah produksinya.

Sewaktu menerima kunjungan jajaran Diskominfo DIY beserta Wartawan Unit Kepatihan pada kegiatan Pers Tour Dalam Daerah, lebih jauh Zaenal yang dipercaya sebagai marketing Lampu Antik Barokah mengungkapkan, umumnya konsumen lebih menyukai produknya sebab jika memilih produk dari China butuh waktu lalu. Sedangkan di Barokah stok selalu siap.

Dia bersyukur, pemasaran produk lampu antik motif Romawi yang terbuat dari bahan aluminium tersebut relatif lancar. Selain dari luar negeri, pembeli rata-rata dari kota-kota besar seperti Jakarta atau Bali.

M Nurul Huda yang dipercaya memimpin bagian produksi menambahkan, bahan baku aluminium saat ini mudah diperoleh. Harganya Rp 22.000 per kilogram. Satu bulan rata-rata butuh bahan baku tiga hingga empat ton, tergantung jumlah pesanan atau order yang masuk.

Selain lampu antik, UKM Barokah sebagai satu-satunya UKM cor aluminium di DIY, juga memproduksi meja dan kursi, sebagian dikirim ke Singapura, Malaysia atau Turki. Persoalannya, satu set meja kursi pengerjaannya butuh waktu lama serta proses kirimnya agak ribet, berbeda dengan lampu antik.

Ditanya soal limbah, dia menegaskan industri ini bisa dikatakan nol limbah. “Limbah nol persen. Tetesan aluminium itu masih bisa dijual lagi. Kita manfaatkan limbah aluminium menjadi barang bernilai,” paparnya. (sol)