Lantera Zimanja, Agar Anak Terlindung dari Jajanan Tidak Sehat

147
Penandatanganan deklarasi Gerakan Lantera Zimanja oleh Camat, perwakilan Puskesmas Seyegan, Kapolsek, paguyuban pedagang, Danramil Seyegan, dan sejumlah Kepala Sekolah. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Sleman dan Kepala Dinas P3AP2KB, Kamis (19/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Tak ingin anak-anak terus menjadi korban jajanan tak sehat, Pemkab Sleman terus mendorong dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perlindungan anak terhadap gizi dan keamanan jajanan anak sekolah. Melalui Dinas P3AP2KB, Pemkab melakukan deklarasi dan kampanye Gerakan Perlindungan Anak Terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah (Lantera Zimanja), Kamis (19/07/2018) di Kantor Kecamatan Seyegan.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan, dalam upaya menyukseskan program ini, pihaknya tidak hanya mengedukasi para siswa, guru dan orangtua. Namun, para pedagang kantin maupun keliling juga diberikan edukasi untuk berkomitmen memproduksi dan menjual makanan yang sehat bagi anak-anak.

”Harus ada keterpaduan dalam upaya memberikan perlindungan kepada anak, sehingga terbentuk budaya mengonsumsi makanan bergizi dan jajanan yang sehat dan aman,” terang Linda.

Baca Juga :  Bregada SMSR Jogja Pukau Wisatawan di Malioboro

Pardiman selaku Ketua Paguyuban Pedagang Makanan Keliling Kecamatan Seyegan mendukung program Lantera Zimanja tersebut. Menurutnya program ini lebih mengarahkan pedagang untuk menjajakan makanan yang sehat bagi masyarakat terutama anak-anak.

”Kami sangat mendukung. Kami tidak dilarang berjualan, tapi diajak berkomitmen untuk menjual makanan yang sehat,” jelasnya dalam acara pembekalan bagi pedagang makanan keliling dan pengelola kantin di Puskesmas Seyegan, Selasa (17/07/2018) lalu.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun juga sangat mendukung kampanye program tersebut. Deklarasi program Lantera Zimanja diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat, tentang pentingnya memberikan jajanan yang harganya terjangkau tapi tetap bergizi dan aman dikonsumsi.

Menurutnya, fenomena permasalahan gizi dan kasus keracunan makanan di sekolah saat ini cenderung meningkat. Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sleman telah melakukan inisiasi program Kantin Sehat yaitu kantin sekolah yang memperoleh sertifikat Laik Higiene Sanitasi sesuai indikator dari Kementerian Kesehatan sejumlah 6 kantin sekolah.

Baca Juga :  Pentingsari Selesaikan Pengkategorian dan Standarisasi Homestay

Dinas Kesehatan juga telah menginisiasi Stiker “Jajanan Bebas Bahan Berbahaya” bagi para pedagang keliling. Hingga saat ini sudah 300 pedagang keliling yang dinyatakan menjual makanan bebas bahan berbahaya.

“Saya harap angka ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan program Lantera Zimanja dapat memperkuat lagi upaya Pemkab Sleman untuk mewujudkan Kabupaten Sehat,” pungkasnya.

Pada akhir acara dilakukan penandatanganan deklarasi Gerakan Lantera Zimanja oleh Camat, wakil Puskesmas, Kapolsek, paguyuban pedagang, Danramil Seyegan, sejumlah Kepala Sekolah yang disaksikan oleh Wakil Bupati Sleman dan Kepala Dinas P3AP2KB. (SM)