Layar OLED Segera Ditanam di Smartphone LG

147

KORANBERNAS.ID—Meskipun belum merilis namanya, LG Electronics (LG) mengkonfirmasi bakal smartphone andalannya akan menjadi yang pertama menerapkan layar OLED plastik dengan tampilan FullVision. Langkah ini, akan menjadi babak baru, setelah LG terakhir kali menyematkan OLED pada G Flex 2 yang menjadi smartphone premiumnya di tahun 2015.

“Teknologi OLED telah menjadi salah satu kompetensi inti dari produk-produk kami. Teknologi ini selalu dipandang sangat potensial memberi nilai tambah bagi smartphone,” ujar Juno Cho, Presiden LG Electronics Mobile Communications Company.

Juno berpandangan, langkah untuk membawa kembali OLED dalam smartphone menjadi strategis ditengah semakin serunya persaingan di bisnis smartphone global.

Penerapan OLED, dinilai akan menjadi solusi terbaik untuk menemani tampilan layar FullVision yang menjadi kecenderungan pasar. Konsumen menginginkan layar lebih lebar, tapi tetap nyaman dalam genggaman.

Konon, bakal smartphone terbaru dari pabrikan asal Korsel ini akan memiliki bentangan layar 6 inchi, yang notabene akan menjadi yang terbesar diantara smartphone LG yang dirilis pada kurun empat tahun ke belakang.

Namun demikian, dimensi keseluruhannya bakal lebih kecil dibanding LG V20. Bahkan untuk memaksimalkan ruang layar, LG memindahkan logo perusahaan yang biasanya terletak pada bagian bawah layar ke bagian belakang.

Pengalaman visual dari smartphone terbarunya ini dikatakan akan bertumpu pada jumlah piksel yang mencapai 4.15 juta dari layar OLED QHD+ (1440 x 2880). Kualitas visual lebih baik dicapai melalui teknologi OLED yang memiliki kemampuan mereproduksi warna hitam dengan sempurna dan sekaligus memiliki akurasi lebih tinggi dengan spektrum warna lebih luas.

Baca Juga :  Mebel Jerman Maksimalkan Luasan Lahan

Kemampuan visual layar OLED pada bakal smartphone ini dikatakan mampu menghadirkan 148 persen ruang warna sRGB1 untuk gambar digital dan 109 persen ruang warna DCI-P3 untuk tampilan sinema digital.

Keuntungan utama lainnya yang didapat dari penerapan teknologi OLED ini ada pada kecepatan respon yang puluhan kali lebih tinggi dibanding LCD. Kecepatan respon lebih tinggi ini secara efektif meniadakan munculnya afterimage yang biasa ditemui pada film laga dengan gambar dinamis pada kecepatan tinggi dan aplikasi Virtual Reality. Sementara dukungan HDR10 melengkapi kemampuan smartphone terbarunya ini dalam menikmati sajian film dan video dengan kualitas gambar lebih baik.

Selain kemampuan layar dalam menghadirkan visual lebih baik, penggunaan teknologi OLED plastik (P-OLED) ini juga memungkinkan terciptanya desain yang lebih ergonomis. Hal ini karena bagian tepian layar dapat dibuat melengkung sehingga lebih nyaman dalam genggaman.

Panel P-OLED yang menempatkan piksel pada substrat plastik ini dengan sendirinya juga akan memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan dengan yang berbasis kaca.

Selain LG, pabrikan lain juga berduyun-duyun ingin  mulai menyematkan teknologi ini pada produk smartphone mereka. Bahkan sekelas Apple, sudah merilis niatan untuk menanam OLED pada semua produk telepon pintar mereka mulai 2018 nanti.

Baca Juga :  Digelar Hyatt Festivart 2017

Selain Apple, Xiaomi juga tak ingin ketinggalan. Bahkan produk yang belakangan mulai digandrungi konsumen ini, bahkan telah memesan layar OLED dari Samsung.

Apa sesungguhnya kelebihan dan kekurangan OLED?. Koranbernas.id mencoba menelisik. Memang belum ada sumber pasti mengenai teknologi OLED untuk layar smartphone. Yang ada hanyalah teknologi OLED untuk produk televisi. Berikut informasinya dari berbagai sumber:

Keunggulan OLED

Karena memiliki pencahayaan sendiri, panel OLED dapat berukuran sangat tipis dan sangat ringan. Selain itu, panel OLED sangat hemat energi dibandingan dengan panel lainnya. Dalam hal tingkat tingkat kehitaman, OLED juga jauh lebih pekat dibandingkan panel plasma yang terkenal memiliki kepekatan hitam unggulan. Tidak kalah menarik adalah waktu respon yang ditawarkan dengan hingga 1.000 kali lebih cepat dibandingkan dengan LCD. Secara teori, dapat mencapat waktu respon hingga 100.000 Hz.

Kelemahan OLED

Masalah utama OLED saat ini adalah singkatnya umur OLED biru. Dengan kecerahan setengah, OLED biru hanya memiliki umur 14.000 jam saat digunakan pada televisi dibandingkan dengan komponen warna biru pada panel LCD, LED dan plasma yang memiliki umur 25.000 – 40.000 jam. Panel OLED lebih rentan terhadap pengaruh air dibandingkan dengan teknologi lain. Ia juga cenderung berperforma buruk di bawah sinar matahari yang dikarenakan oleh komponen yang digunakannya.(*/sm/bt)