Lebih Sepuluh Jam Lalu Lintas Berhenti Tiap Hari

Akibat Penutupan Lintasan Sebidang Rel Kereta Api

116
Minuman keras yang dimusnahkan usai gelar pasukan pengamanan Lebaran di Mapolres  Kebumen, Rabu (06/06/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Jajaran Polres Kebumen harus bekerja keras mengurai kemacetan lalu lintas  terutama  di lintasan sebidang rel kereta api (KA) dengan jalur utama selatan Jateng. Ada dua lintasan sebidang yang menjadi penyebab kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri.

Kapolres Kebumen  AKBP  Arief Bahtiar SIK MM kepada wartawan usai gelar pasukan Operasi Ketupat tahun 2018 di Mapolres  Kebumen, Rabu (06/06/2018) mengatakan, lintasan sebidang di Kabupaten Kebumen berada di Kecamatan Karanganyar dan Kutowinangun.

Tiap hari  lebih dari 100 KA melintasi jalur ini. Jika tiap KA akan melintas kemudian pintu lintasan ditutup selama 5 menit, dalam satu hari lebih dari 10 jam terjadi   pemberhentian arus  lalu  lintas di lintasan itu.

Jalan keluar yang mendesak dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemacetan  di jalan sebidang adalah membangun fly over.

Dengan fly over, tidak ada  pemberhentian arus  lalu lintas  di lokasi itu. Tanpa fly over, kemacetan arus lalu lintas di 2 tempat tidak terhindarkan. “Titik kemacetan lain di Gombong dan Prembun,“ kata AKBP Arief Bahtiar.

Pelaksana Tugas Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz  mengatakan pembangunan fly over merupakan kewenangan  pemerintah pusat. Pemkab Kebumen hanya bisa mengusulkan pembangunannya, tidak bisa membiayai  pembangunan fly over di jalan  nasional.

Polres Kebumen usai gelar pasukan memusnahkan minuman keras hasil sitaan, dalam operasi penyakit masyarakat selama dua bulan terakhir ini.

Pemusnahan secara  simbolik dilakukan KH Yazid Mahfudz, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kebumen.

Bubuk mercon yang siap dimusnahkan. (istimewa)

Selanjutnya, hampir seribu botol minuman keras dan 100 liter miras curah,  berbagai jenis dimusnahkan di TPA Kaligending Karangsambung Kebumen.

Polres Kebumen juga memusnahkan bubuk  mercon dan bahan mercon. Bubuk  mercon yang dimusnahkan mencapai 239 kg, bubuk potasium 500 kg, 25 kg sulfur powder, 20 rentengan petasan dan sumbu mercon. “Pemusnahan akan dilakukan anggota  gegana Polri,“ kata Arief Bahtiar.

Mengenai kasus  miras, dia mengatakan, ada 114 tersangka yang ditindak  pidana ringan, bubuk mercon ada 7 tersangka. “Mereka melanggar Undang  Undang Darurat nomor 1 tahun 1951,“ kata Arief Bahtiar.

Dia mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke anggota Polri jika melihat di sekitarnya ada orang yang membuat, menyimpan dan memperdagangkan minuman keras atau petasan. Aparat akan  menindak tegas. (sol)