Legen Bermanfaat Lancarkan ASI

568
Bowo dengan dagangan legen  asli menanti rezeki di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Coba Gratis. Kalimat bernada promotif itu tertulis mencolok di kotak yang diikat di atas jok sepeda motor.

Legen atau air sadapan nira kelapa merupakan minuman kegemaran masyarakat terutama di pedesaan sejak zaman dulu kala.

“Enak, seger,” kata Pak Mangun kepada koranbernas.id usai menikmati segelas legen, beberapa waktu lalu.

Ternyata menurut Bowo, sang penjual legen saat mangkal di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta itu, legen tidak hanya segar penghilang rasa dahaga tetapi juga berkhasiat karena kandungan vitaminnya.

Kata dia, legen mengandung vitamin C, vitamin D dan kalium. Kalsiumnya rendah. Itu merupakan hasil penelitian tetapi dia lupa siapa yang meneliti. Dia diberi tahu Hendra, bosnya di mana dia mengambil dagangan.

Legen tersebut sudah dimasak tapi cuma sebentar. Kalau lama kandungan vitaminnya akan rusak. Tetapi kalau tidak dimasak, legen akan cepat basi dan terasa asam.

Baca Juga :  Miris, Griya Pamer Kerajinan Kebumen Tak Laku

Minuman itu dijual dalam botol-botol tanggung, tetapi ada jaminan bukan botol plastik bekas pakai. Karena produksi ini berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah, DIY.  Juga jangan khawatir ada tambahan pemanis maupun pengawet,  karena itu dilarang.

Menurut Bowo, legen juga bermanfaat melancarkan metabolisme. “Bahkan menurut penuturan pelanggan, juga berkhasiat melancarkan ASI, air susu ibu,” katanya.

Dia mengaku punya pelanggan ibu-ibu yang menyusui dan mereka  memberikan testimoni. Meski ada tawaran untuk coba minum legen gratis, tetapi sekarang sudah jarang.

Dulu, sebelum banyak orang mengenal khasiatnya memang banyak yang mencoba minum dengan gratis. Namun hal itu sudah diperhitungkan sehingga tidak mengganggu marginnya. Justru nilai promosi itu akhirnya banyak menghasilkan pembeli.

Bowo berjualan berpindah-pindah. Hari Jumat saat  Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI) pojok Alun-alun Utara Yogyakarta ada pengajian, Bowo berjualan di sana.

Baca Juga :  DPRD DIY Dorong KPU Wujudkan Pemilu Berbudaya

Juga di berbagai pengajian, serta di Alun-alun Kidul. Semua terjadwal dalam seminggu sehingga memudahkan pelanggan yang membutuhkan.

Karena tidak tiap hari ketemu, banyak pelanggan yang sekali beli 7 sampai 8 botol. Disimpan di frezer legen ini bisa sangat awet tanpa berubah rasa.

Berjualan legen sudah 1,5 tahun, dia sudah banyak mempunyai pelanggan tetap. Terutama yang sudah merasakan banyak manfaatnya. Dia juga menargetkan sehari bisa menjual sampai 70 botol.

Dari kerja keras keliling ini, pria yang tinggal di Mejing Kidul Gamping Sleman ini mengaku bisa menutup kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anaknya. Sedang istrinya menjahit, hasilnya bisa untuk menabung.

Untuk mendapatkan uang, dia memang harus kerja keras. Tetapi itu sangat disadarinya. Karena mana ada orang malas-malasan bisa memperoleh uang halal. (sol)