Libur Tahun Baru, Sleman Target 300 Ribu Wisatawan

129

KORANBERNAS.ID — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSi, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 300 ribu pengunjung mengunjungi obyek-obyek wisata di Sleman pada libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Hingga bulan November 2017, tercatat jumlah kunjungan wisatawan di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman mencapai 6.787.241 kunjungan atau di atas target yaitu 6 juta kunjungan.

Rinciannya sebanyak 6.475.028 kunjungan wisatawan nusantara (setara 95,40 persen) dan 312.213 kunjungan wisatawan mancanegara setara 4,60 persen.

“Kami perkirakan jumlah wisatawan di Sleman akan meningkat bisa mencapai 300 ribu orang,” jelas Sudarningsih, Jumat (22/12/2017).

Mengenai ketersediaan kamar hotel, Sudarningsih menjelaskan tingkat okupansinya saat ini sudah mulai padat. “Ketersediaan hotel sampai saat ini masih cukup meski sudah mulai padat,” katanya.

Baca Juga :  Hujan Lebat Sebabkan Air Kali Bedog Meluap, Warga Gemahan “Tersapu Banjir”

Meski begitu pihaknya juga tetap mengantisipasi  membeludaknya wisatawan mengingat adanya bencana di beberapa daerah yang selama ini jadi tujuan wisata.

Tahun ini obyek wisata candi masih menjadi destinasi favorit kunjungan wisatawan bahkan mencapai 2.874.666 kunjungan (42,35 persen).

Wisata candi masih jadi favorit wisatawan. (istimewa)

Sementara obyek wisata alam sebesar 1.651.281 kunjungan (24,33 persen), dan obyek wisata museum sebesar 944.838 kunjungan (13,92 persen).

Sisanya sebesar 19,40 persen  kunjungan wisatawan tersebar di desa wisata dan beberapa event skala lokal, regional, nasional maupun internasional yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman.

Menanggapi pascabadai Cempaka yang mengakibatkan  beberapa wilayah di DIY mengalami bencana alam  termasuk di Sleman mengalami banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, Sudarningsih  menjelaskan obyek wisata di Sleman tetap aman dikunjungi.

Baca Juga :  Ini Permintaan Warga Soal Perdais Pertanahan

“Hanya rumah Dome di Prambanan saja yang kebanjiran. Jadi untuk Kabupaten Sleman relatif aman bagi wisatawan berkunjung,” tambah Sudarningsih

Selain itu ada ruas jalan ke Tebing Breksi yang mengalami longsor. Namun hal tersebut dianggap tidak membahayakan, terlebih lokasinya tidak pada jalur utama menuju Tebing Breksi.

Untuk mempersiapkan membeludaknya kunjungan pada libur Natal dan tahun baru, Dinas Pariwisata Sleman pun berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas perhubungan.

Secara terupdate akan diketahui jalur-jalur mana saja yang sekiranya dianggap berbahaya dilalui. Secara periodik, BPBD juga akan memberikan laporan jika ada potensi bencana. “Yang jelas Sleman aman untuk berwisata,” kata dia. (sol)