Listrik Bandara Belum Siap Sambung

161
Lokasi pembangunan bandara. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Target pengosongan kawasan terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akhir Agustus ini agaknya belum dapat terlaksana. Selain masih banyak rumah relokasi belum selesai dibangun, aliran listrik pun diperkirakan belum siap tersambung.

Sebagian rumah relokasi, Senin (20/08/2017), memang sudah ada yang tampak jadi, tinggal finishing beberapa bagian saja. Namun kebanyakan baru tahapan pemasangan atap bahkan ada yang masih membangun dinding.

Wiharto selaku Kepala Dukuh Kragon II Desa Palihan mengatakan, sebagian besar rumah yang dibangun warga di lahan relokasi belum sepenuhnya jadi. Sekitar 50 persen rumah memang sudah beratap meski kondisinya seadanya. Daun pintu dan jendela maupun bagian lantai belum terpasang keramik,  dinding sebatas plesteran semen tanpa cat.

“Rumah saya temboknya baru plesteran tapi sudah beratap. Listrik belum nyambung. Baru ada togor (tiang) dan kabelnya tapi listrik belum mengalir,” ujarnya.

Di Kragon II  ada  27 KK  (Kepala Keluarga) menempati lahan relokasi di Palihan. Mereka menyatu dengan warga dari Pedukuhan Ngringgit dan Kragon I dengan total 49 KK. “Sebagian besar masih dalam proses pembangunan, bahkan banyak yang belum beratap,” tuturnya.

Baca Juga :  Manfaat TMMD Langsung Dirasakan Masyarakat

Finishing bangunan membutuhkan waktu tidak sedikit. Belum terpasangnya jaringan listrik dianggap menjadi kendala lain yang akan memperlama proses finishing. Misalnya pemasangan keramik maupun plafon atap pasti  membutuhkan tenaga listrik.

“Belum ada listrik njuk gimana, nggak bisa naikin air juga. Akhir Agustus pasti belum selesai,” kata dia. Perkiraan dia, akhir September baru semuanya selesai.

Sementara itu, Dukuh Bapangan Desa Glagah, Suparjo, optimistis hunian relokasi warganya sudah selesai akhir Agustus ini. 40 rumah yang dibangun warga Bapangan sudah siap, dengan syarat  jaringan listrik terpasang sempurna.

“Informasi dari PLN, listriknya baru bisa nyala akhir bulan ini. Untuk pasang keramik, warga mungkin ya terpaksa pake genset,” kata dia.

Pertengahan September semua rumah sudah dapat ditempati dengan beberapa macam keadaan. “Saat ini belum ada perintah apapun dari mana pun.  Ya kalau disuruh pindah ya pasti mau pindah karena itu sudah kesepakatan. Rumah di sana (lokasi lahan bandara) bukan milik kami lagi. Tapi, pindahnya tergantung kondisi kesiapan rumah dan listriknya sudah nyala,” ujar Suparjo.

Baca Juga :  Agama Jangan Hanya Dijadikan Gaya Hidup

Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono, berharap program relokasi bisa dikebut dan warga segera pindah menempatinya. “Kita harapkan warga segera pindah, termasuk yang sudah dibayar (kompensasi pembebasan lahan). Kita tidak bisa mengatakan itu lambat atau tidak tapi ada beberapa yang belum selesai karena berbagai masalah. Harapan kami, mereka bisa segera pindah,” papar Sujiastono.

Asisten II Setda Kulonprogo, Triyono, mengatakan Pemkab akan berupaya agar program relokasi bisa secepatnya diselesaikan dan warga bisa segera pindah dari lokasi lahan bandara ke hunian barunya setidaknya pada September nanti. “Kami sudah mengajukan usulan pemunduran batas waktu pengosongan lahan ke AP I,” kata dia. (wid/sol)