Listrik Diputus, Warga Terdampak NYIA Terpaksa Pindah

223
Warga terdampak NYIA pindahan ke rumah baru. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Meninggalkan rumah lama yang terdampak bandara jelas berat rasanya. Apalagi rumah relokasi belum jadi seratus persen. Namun bila kemudian aliran listrik PLN diputus, mau tak mau ya harus pindah. Tak nyaman hidup dalam kegelapan.

Hal tersebut dialami warga Palihan Temon yang masih bertahan dirumah lama. Dia beralasan rumah relokasi di Janten belum jadi setelah rumah lamanya terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Seperti diungkapkan Waluya salah seorang warga Dusun Ngringgit, Desa Palihan. Sambungan listrik rumah Palihan diputus Senin (23/10/2017). Sehingga ia terpaksa harus mulai mengusung barang-barangnya pindah ke rumah barunya sore harinya.

“Kami pindahan sampai larut malam, bahkan motor ada yang saya tinggal di rumah lama. Kalau hilang ya sudah, mau mengambilnya masih capek, nanti saja,” ungkapnya, ditemui di teras rumah barunya, Selasa (24/10/2017).

Rumah Waluyo adalah satu di antara sejumlah rumah yang belum selesai pengerjaannya, di kompleks relokasi Desa Janten.

Sajuri, warga lainnya menuturkan dirinya sudah diberi tahu bahwa ia harus segera pindsh dari kediamannya paling lambat pada 24 Oktober 2017. Sedangkan pada 25 Oktober 2017, alat berat akan datang dan merobohkan rumah mereka.

Baca Juga :  Selain Posko Mudik Lebaran, RAPI Bangun Posko di Kecamatan

Ia terpaksa segera memindahkan barang-barangnya dari rumah lama ke rumah baru, walaupun rumah barunya masih belum selesai dibangun.

Manajer Proyek NYIA PT AP I, Sujiastono menjelaskan, pencabutan sambungan listrik di permukiman warga, sebetulnya sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Ia berharap, warga terdampak bisa segera keluar dari lahan NYIA. Karena setelah listrik dicabut, maka rumah-rumah warga yang ada di lahan pembangunan langsung dirobohkan dengan alat berat.

Langkah itu masuk dalam tahapan land clearing. Dari jumlah total 550 Hektare (Ha) lahan yang harus dibersihkan, PT Pembangunan Perumahan sudah membersihkan sekitar 400 Ha lahan, di dalamnya sudah termasuk areal permukiman warga terdampak.

Pembersihan yang sudah dilakukan itu, adalah lahan yang digunakan sebagai sisi airside meliputi landasan pacu, taxiway, dan apron. Saat ini pembersihan lahan diperuntukkan bagi lahan yang akan digunakan untuklandside.

Baca Juga :  DIY Kini Punya Asesor Furniture

Area ini nantinya terdiri dari terminal penumpang, jalan masuk dan aeral parkir. Sujiastono menyebutkan, setelah relokasi selesai, dan pengumuman dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), maka pihaknya akan mulai mengerjakan konstruksi NYIA.

“November bisa dimulai, dan diperkirakan pembangunan terminal penumpang akan memakan waktu lama,” kata dia.

Manajer PLN Area Wates Muhammad Yusuf menyebutkan, pada prinsipnya PLN siap mendukung percepatan pembangunan NYIA. Sehingga, jajarannya sudah memutuskan sambungan listrik di permukiman warga terdampak pembangunan NYIA secara bertahap, dan dengan pendampingan dari AP I.

Hingga Selasa pagi, PLN sudah memutus 208 sambungan, dari total 390 pelanggan di seluruh permukiman terdampak.

“Dari PLN selalu siap sejak awal, namun karena masih ada warga yang menempati rumah mereka dan masih menggunakan listrik, maka kami belum bisa memutus listrik. Kami selalu meminta supervisi AP I untuk selalu mendampingi,” terangnya.(yve)