Literasi Keuangan Rendah, Prudential Dorong Edukasi Masyarakat

121
Luskito Hambali berbincang dengan sejumlah nasabah, saat peluncuran produk baru Prudential, Rabu (26/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Prudential terus mendorong literasi keuangan masyarakat. Langkah ini sebagai upaya mendukung program pemerintah, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat atas produk-produk keuangan.

“Data dari OJK, literasi keuangan di Jateng dan DIY masih sekitar 33 persen. Tapi inklusinya sudah 66 persen. Kami ikut bertanggungjawab mendorong literasi masyarakat ini,” kata Chief Marketing Officer Prudential Indonesia, Luskito Hambali, di sela-sela peluncuran PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru di Sleman, Rabu (26/09/2018).

Luskito mengatakan, rendahnya tingkat literasi keuangan menyebabkan masih banyak masyarakat yang belum paham akan pentingnya produk-produk keuangan. Untuk bidang asuransi, bisa jadi data ini juga mencerminkan rendahnya pemahaman masyarakat akan arti penting proteksi serta investasi untuk masa depan.

Baca Juga :  Ibu, Belanja Keperluan Anak Tak Harus Membosankan

Data yang sama juga menunjukkan, bahwa penetrasi keuangan termasuk asuransi masih terbuka lebar. Masih begitu kecil prosentase masyarakat yang memanfaatkan produk-produk asuransi dibandingkan dengan total populasi.

“Kami terus bekerja mendorong edukasi jangka panjang. Kami ingin pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang dan proteksi asuransi makin meningkat,”katanya.

Terkait produk baru ini, Luskito mengatakan dilakukan peluncuran secara marathon di 8 kota. Selain Jogja, kegiatan yang sama juga dilakukan di Denpasar, Medan, Palembang, Makassar, Surabaya dan Bandung.

Produk jni didesain dengan banyak kelebihan untuk memberikan benefit terbaik bagi nasabah. Diantaranya keringanan dalam biaya administrasi, tambahan alokasi investasi dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Sahid Jaya, Warna Baru Hotel Bintang 5

Tren di Indonesia, kata Luskito, menunjukkan bahwa produk unit link semakin diminati masyarakat dan memjadi pendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa.

Berdasarkan hasil survei, Prudential melihat mayoritas konsumen menekankan kebutuhan mereka untuk mempersiapkan masa pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan anak serta perlindungan sakit kritis sebagai alasan utama dalam memilih produk unik link.

“Masyarakat perlu memahami betul, apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap risiko. Masyarakat juga perlu mempelajari jenis produk asuransi jiwa yang sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(*/SM)