LPG 5,5 Kg Tak Laku, Pangkalan di Jogonalan Mengeluh

141
Warga Jatinom antri membeli LPG 3 kilogram di pangkalan milik Sukardi di Kelurahan Jatinom, Selasa (20/02/2018). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — “Saya sudah dua bulan menjual LPG 5,5 kilogram tapi tidak pernah laku. Warga disini tetap pilih LPG 3 kilogram karena harganya relatif terjangkau”.

Demikian dikatakan Daliyo, warga Desa Ngering Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten saat menerima kehadiran koran bernas.id di tempat usahanya di depan Kantor Kepala Desa Ngering, Selasa (20/02/2018).

Daliyo merupakan satu diantara sekian ribu pengelola pangkalan LPG 3 kilogram di Kabupaten Klaten. Sebelum menjadi pangkalan, dia merupakan pedagang minyak tanah. Sebagai pengelola pangkalan, Daliyo memiliki kewajiban untuk menjual LPG 5,5 kilogram dan memiliki alat pemadam api ringan di rumah yang juga tempat usahanya itu

Daliyo menceritakan di Desa Ngering dirinya menjual LPG 3 kilogram kepada warga dengan ketentuan berlaku yakni Rp 15.500/tabung. Dalam seminggu dia dikirimi 60 tabung oleh agen PT Pudjo Hartono. “Begitu dikirim langsung habis karena warga yang butuh juga banyak,” katanya.

Seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kilogram yang nota bene barang subsidi, pihak Pertamina meluncurkan LPG 5,5 kilogram yang bukan barang subsidi. Para agen dan pangkalan dihimbau ikut mensosialisasikan kepada masyarakat dam memasarkannya. Setahun lebih program ini sudah berjalan namun LPG 5,5 kilogram kurang diminati warga.

Baca Juga :  Mahasiswa Ajak Siswa SD ke GL Zoo

Dampak itu dirasakan langsung Daliyo. Meski telah memiliki LPG 5,5 kilogram 1 tabung untuk dijual namun tidak laku. Kini LPG 5,5 kilogram itu tetap dipajang di kiosnya. “Harganya Rp 65 ribu per tabung. Sementara yang 3 kilogram jauh lebih murah. Perbandingannya beli tiga tabung LPG 3 kilogram dapat satu tabung yang 5,5 kilogram. Warga tetap pilih beli yang 3 kilogram,” ujar Daliyo.

Senada diungkapkan Sukardi, pengelola pangkalan LPG 3 kilogram di Jatinom. Kepada koran bernas.id, dia menceritakan dirinya dikirimi 36 tabung LPG 5,5 kilogram dalam seminggu oleh agen PT Graha Gas Niaga namun tetap saja animo masyarakat untuk membeli kurang. Warga kata dia tetap pilih membeli LPG 3 kilogram.

“Yang 5,5 kilogram karena wilayah Desa Majegan Tulung ke utara masih banyak yang menggunakan LPG 3 kilogram. Kalau pertamina ada program menarik LPG 3 kilogram mungkin akan ramai yang beli 5,5 kilogram,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Prof Mahfud Soal Danais yang Tidak Boleh Dibagi Sembarangan

Di wilayah Jatinom, pangkalan Sukardi tergolong besar. Setiap pengiriman LPG 3 kilogram oleh agen sampai 100 tabung. Dan setiap pengiriman selalu habis.

Begitu juga di pangkalan Suwito di Dukuh Kembangsari Desa Sorogaten Tulung. Di tempat itu LPG 3 kilogram masih banyak diminati warga. Sebaliknya LPG 5,5 kilogram kurang diminati warga.

“Kalau tempat saya pengiriman LPG 3 kilogram oleh agen tiga kali seminggu. Tiap pengiriman 80 hingga 86 tabung. Sedangkan yang 5,5 kilogram hanya 6 tabung seminggu,” ujarnya.

Sementara menurut warga, mereka tetap memilih membeli LPG 3 kilogram atau LPG melon karena harga lebih murah. Meski agak sulit dicari namun mereka bisa membeli ke desa lain. “Kalau yang 3 kilogram di pangkalan antara Rp 15.500 hingga Rp 16 ribu per tabung. Sementara yang 5,5 kilogram Rp 65 ribu per tabung. Ya pilih yang 3 kilogram,” kata Yanto, warga Sorogaten Tulung. (yve)