Luapan Cisanggarung Ganggu KA Jakarta-Purwokerto PP

147
Meluapnya Sungai Cisanggarung yang berada antara Stasiun Ketanggungan (Brebes) - Ciledug (Cirebon) pada Kamis (22/02/2018) malam hingga Jumat (23/02/2018) pagi, menyebabkan perjalanan KA dari stasiun Ciledug menuju stasiun wilayah selatan Jateng terganggu. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Meluapnya Sungai Cisanggarung yang berada antara Stasiun Ketanggungan (Brebes) – Ciledug (Cirebon) pada  Kamis (22/02/2018) malam hingga Jumat (23/02/2018) pagi, menyebabkan perjalanan KA dari stasiun Ciledug menuju stasiun wilayah selatan Jateng terganggu.

“Sejumlah KA baik dari arah Jakarta ke Purwokerto maupun sebaliknya, mengalami keterlambatan. Beberapa KA terpaksa mengalami pemberhentian luar biasa di beberapa stasiun sekitar lokasi banjir,”ujar Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko kepada koranbernas.id, Jumat (23/02/2018).

Beberapa KA yang terpaksa mengalami pemberhentian luas biasa, antara lain KA Jaka Tingkir jurusan Solo-Pasar Senen, Taksaka jurursan Gambir-Yogya, Gajayana jurusan Malang-Gambir, Argo Dwipangga jurusan Solo-Gambir, Taksaka II jurusan Yogya-Gambir, Argolawu Fakultatif jurusan Gambir-Solo.

Selain itu, juga KA Purwojaya jurusan Gambir-Purwokerto, KA Progo jurusan Gambir-Yogyakarta, dan Bima jurusan Gambir-Surabaya, mengalami keterlambatan perjalanan lebih dari 2 jam.

Dijelaskan, kereta tersebut antara lain berhenti di stasiun Ketanggungan, Larangan, Songgom. Ciledug, dan Sindanglaut, dan harus memutar melalui jalur Cirebon-Tegal, setelah itu baru membelok melalui stasiun Prupuk” ujarnya,

Baca Juga :  Bupati Purbalingga Ditangkap KPK

Berdasarkan keterangan petugas PT KAI Daop 3 Cirebon, Ixfan,  meluapnya Sungai Cisanggarung yang berlokasi di antara stasiun Ciledug dan Ketanggungan ini, meluas sejak pukul 01.52 Wib.

“’Namun saat itu, KA masih bisa melintas dengan kecepatan dibatasi hanya 10 km per jam,” ujarnya.

Namun selepas pukul 14.00 Wib, jalur KA di ruas jalur tersebut benar-benar sudah tidak bisa dilalui karena genangan air cukup tinggi dan menyebabkan jalur real di sepanjang ruas jalur tersebut mengalami gogos. “’Mengingat kondisi tersebut, maka Pengendali Perjalanan KA di Bandung memutuskan untuk mengubah pola perjalanan KA yang melintas di rute Cirebon-Purwokerto,”’ ujarnya.

KA dari Cirebon-Purwokerto yang sebelumnya melalui stasiun Diledug, dialihkan melalui stasiun Tegal, baru berbelok ke selatan melalui stasiun Prupuk.

Ixfan mengakui, perubahan rute perjalanan KA ini berdampak pada waktu tempuh perjalanan KA. Jika dalam kondisi normal, dari Cirebon-Prupuk hanya ditempuh selama satu jam, maka dengan dengan melalui Tegal membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.

Dia juga menyatakan belum bisa memastikan sampai kapan perjalanan KA ini akan terganggu, mengingat gangguan disebabkan oleh kondisi alam berupa banjir. “Kalau luapan air Sungai Cisanggarung sudah surut, kita masih harus mengecek kondisi jalur KA dan memperbaiki kondisi jalur yang gogos,”katanya.

Baca Juga :  Miras Ribuan Botol Digilas di Alun-alun

Untuk itu, Ixfan mewakili PT KAI menyampaikan permohonan maaf pada pengguna jasa KA yang perjalanannya terganggu.

“Kami mohon maaf yang sebesar besarnya kepada pelanggan kereta api atas ketidak nyamanan yang terjadi. kami juga  prihatin, karena kondisi alam yang kurang bersahabat ini menimbulkan gangguan yang terjadi di bebarapa daerah, dan  berdampak pada perjalanan KA khususnya yang melewati Daop 5 Purwokerto,”ujar Ixfan.

Secara otomatis, lanjut Ixfan, pelayanan KA terkait ketepatan dan kenyamanan tidak maksimal sesuai harapan pelanggan.

“Namun kami akan selalu berupaya melakukan layanan yang terbaik sesuai aturan yang ada, seperti pemberian service recovery jika kelambatan lebih dari 3 jam, kemudian pengembalian bea 100% bila pelanggan tidak berkenan berangkat, atau membatalkan tiketnya akibat dari gangguan tersbut,”terang Ixfan. (SM)