Luar Biasa, Permintaan LPG Non Subsidi Naik 7 Kali Lipat

117
Dody Prasetya dan Andar Titi Lestari saat memberikan keterangan, Kamis (08/03/2018) malam. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID—Permintaan elpiji non PSO 5 kilogram, mengalami lonjakan tajam. Jika diperbandingkan, pada Januari-Februari 2017, rata rata permintaan elpiji non PSO 5 kg baru sekitar 8.000 tabung perbulan. Tapi periode bulan yang sama 2018, naik menjadi rata-rata 60.000 tabung. perbulan

“Kita bersyukur dan berterimakasih. Masyarakat  semakin sadar untuk menggunakan elpiji non PSO,” kata Andar Titi Lestari, Manager Communication and CSR Pertamina Marketing Operation Region IV, Kamis (08/03/2018) malam.

Dikatakan, meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan elpiji non subsidi ini, selaras dengan program pemerintah untuk semakin mengurangi anggaran subsidi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah terus berupaya memangkas subsidi untuk berbagai sektor. Selain elpiji dan BBM, pemangkasan subsidi secara bertahap juga dilakukan untuk pemakaian listrik PLN. Selanjutnya, anggaran yang semula dialokasikan untuk menyubsidi berbagai kebutuhan ini, akan lebih diarahkan untuk mendanai program lainnya yang dinilai lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Layar OLED Segera Ditanam di Smartphone LG

Sementara, Marketing Branch Manager Pertamina DIY-Surakarta Dody Prasetya mengatakan, kampanye yang dilakukan Pertamina guna mendorong pemakaian elpiji non PSO, sejauh ini cukup berhasil. Program trade in, telah mendorong masyarakat ramai-ramai menukarkan tabung elpiji melon denga tabung gas non subsidi 5 kilogram. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian mengganti bahan bakar elpiji mereka dengan ukuran 12 kilogram.

Untuk elpiji melon, kata Dody, memang masih mengalami kenaikan permintaan sebesar 3 persen untuk periode Januari-Februari 2018 dibandingkan tahun lalu.

Untuk wilayah DIY, permintaan elpiji 3 kilogram atau elpiji Melon rata-rata mencapai 2,8 juta tabung per bulan. Sedangkan untuk elpiji 5 kilogram masih di kisaran 60.000 tabung perbulan.

Sementara di Sleman, pemakai elpiji 3 kilogram mengaku masih kerap kesulitan saat akan membeli elpiji melon. Selain sering kosong, sejumlah pengecer juga tak jarang mematok harga jual diatas Rp 20.000 per tabung. Padahal, seharusnta elpiji 3 kilogram dijual dengan harga hanya Rp 16.700 per tabung.

Baca Juga :  Pembangunan Rumah Berwawasan Lingkungan, Wajib Itu !

“Itupun seringkali kosong. Seperti kami yang berjualan makanan, sering dibuat repot,” kata Nur Rini, kepada koranbernas.id. (SM)