“Lubangnya Beda dengan yang di Rumah”

193
Peserta mengikuti pelatihan menjahit di PKBM Mandiri Jalan Samas Km 21 Dusun Karen Desa Tirtomulyo, Jumat (15/09/2017) . (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Mandiri” yang berlokasi di Jalan Samas Km 21 Dusun Karen Desa Tirtomulyo menggelar pelatihan keterampilan. Pelatihan yang dibuka Rabu (13/09/2017) sore itu berlangsung hingga sebelas kali pertemuan.

Pengelola  PKBM Mandiri, Yuli Sutanda AMd,  mengatakan kegiatan terbagi untuk program kecakapan wirausaha jenis keterampilan tata busana diikuti sebanyak 25 peserta. Untuk program kecakapan hidup perempuan jenis keterampilan hantaran jumlah peserta 25  orang serta program pengabdian dosen UNY jenis keterampilan tata busana dengan jumlah peserta 20 orang.

“Mereka mendapat keterampilan secara gratis, dan nanti hasilnya pelatihan bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha dan meningkatkan ekonomi,”katanya.
Mereka yang mengikuti pelatihan itu dibayai pemerintah dalam Program Pendidikan Kecakapan hidup Perempuan dan Termarginalkan.

Baca Juga :  Dlingo Peroleh Dua Motor Pengangkut Sampah

Salah seorang peserta Warsiyamti (35) asal Trimurti Srandakan mengatakan senang ikut pelatihan tersebut karena bisa menambah ilmu.
“Saya dulu pernah keja di garmen tetapi berhenti karena memiliki anak. Sekarang saya akan tekuni lagi menjahit agar ilmunya semakin bertambah dan nanti bisa saya manfaatkan untuk membuka usaha,” katanya.

Senada, Wiwik Nafiati asal Bambanglipuro mengaku mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan jahit yang dimilikinya.

“Di rumah saya ada mesin jahit kuno, dan sekarang belajar lebih modern. Semua hasil keterampilan yang saya dapat bisa saya manfaatkan untuk membuka usaha,” katanya.

Wiwik berkali-kali mengulang menelusuri benang dan mencari lubang jahit saat praktik. “Soale lubangnya itu beda dengan mesin yang di rumah,” katanya tergelak.

Baca Juga :  Pedagang Pisang Ditemukan Mengambang

Namun setelah mencoba beberapa kali secara teliti akhirnya benang itu masuk juga ke lubang jarum yang terpasang di mesin jahit. Di bawah pengawasan instruktur, dirinya mulai belajar mengoperasikan mesin jahit warna cokelat muda tersebut.

Suara gemeritik mesin jahit terdengar bersahut-sahutan antarpeserta. Sementara untuk peserta lain mendengarkan teori yang disampaikan pelatih serta ada yang belajar membuat pola menggunakan penggaris dan kertas. (sari wijaya)