Mahalnya Biaya Menjadi THL di Pasar Klaten

590
Pasar Puluhwatu, Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko Klaten. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Keberadaan Tenaga Harian Lepas (THL) di sejumlah organisasi pemerintah daerah (OPD) di Kabupaten Klaten benar-benar membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun untuk menjadi seorang THL bukanlah hal mudah karena tidak gratis.

Seperti yang terjadi di jajaran Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM. Para THL ada yang membantu PNS bekerja di kantor dan ada juga bekerja di sejumlah pasar sebagai petugas pemungut retribusi, administrasi dan kebersihan.

Menurut penuturan beberapa THL, mereka bisa bekerja sebagai THL tidak lah gratis.  Mereka menjadi THL ada yang berasal dari tenaga magang dan ada juga yang baru diangkat langsung menjadi THL

“Tarif menjadi THL antara Rp 30 juta hingga Rp 35 juta,” kata tenaga THL yang tidak berkenan disebutkan identitasnya.

Baca Juga :  Desa Nglinggi Garap Sektor Pariwisata

THL itu menambahkan untuk proses pembayaran biaya menjadi seorang THL ada yang diserahkan langsung kepada oknum kepala pasar dan ada juga lewat orang lain. “Ada juga oknum lurah pasar yang terang-terangan minta uang dalam jumlah Rp 30 juta dan tidak lewat orang lain,” jelasnya

Perlunya biaya untuk menjadi seorang THL di pasar-pasar memang bukan rahasia lagi. Sebab sudah berlangsung lama dan jadi tradisi.

Namun tradisi itu tidak pernah terungkap karena THL takut tidak diperpanjang kontraknya jika membocorkan rahasia ini. Padahal setiap bulan mereka hanya menerima honor Rp 1 juta.

Sementara itu PPKom THL Dinas Perdagangan Herry Susilo saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu terkait hal itu. (SM)

Baca Juga :  Hujan Membuat Petani di Klaten Was-was