Mahasiswa Asing dari 20 Negara Ikuti ICCF 2018 di UMY

336
Penampilan Paduan Suara UMY “Sunshine Voice” memeriahkan event ICCF di lantai dasar Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Selasa (20/03/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Lebih dari 60 orang perwakilan mahasiswa asing dari 20 negara, Selasa (20/03/2018), berkumpul di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Mereka hadir guna mengikuti ajang ICCF (International Cultural and Culinary Festival) yang berlangsung dari pagi hingga selesai, di lantai dasar Masjid KH Ahmad Dahlan UMY.

Acara tersebut dibuka penampilan Paduan Suara UMY “Sunshine Voice” yang membawakan lagu-lagu daerah dalam kemasan yang menarik. Usai seremoni pembukaan, acara dilanjutkan cultural performance, menampilkan 160 performer dari Indonesia maupun mancanegara.

Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) UMY, Yordan Gunawan, kepada wartawan di sela-sela acara menyampaikan, festival yang sebelumnya dikenal sebagai International Cultural Festival (ICF) ini sudah memperoleh dukungan dari berbagai pihak.

Di antaranya, dari kedutaan besar asing di Indonesia, universitas luar negeri maupun dalam negeri serta lembaga-lembaga internasional.

Acara yang sudah berjalan dari tahun 2015 itu menjadi agenda rutin tahunan UMY. Selain itu, juga menjadi acara yang menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan negara lain.

“ICCF yang diadakan oleh Lembaga Kerjasama UMY merupakan festival tahunan yang bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa asing di Yogyakarta untuk berkumpul dan memperkenalkan kebudayaan mereka kepada mahasiswa Indonesia,” ungkapnya.

Nuansa budaya Yogyakarta tersaji di gelaran ICCF 2018. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Wakil Rektor IV UMY, Hilman Latief, menambahkan, bagi mahasiswa Indonesia, ICCF sebagai ajang memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mahasiswa asing.

“Program ini diadakan dengan tujuan untuk membangun komunikasi dan relasi di antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing,” tuturnya.

ICCF 2018 kali ini bertema Beauty of Diversity, yang menekankan pada aspek kebudayaan dan kuliner untuk memperlihatkan keragaman kebudayaan yang ada di berbagai negara.

ICCF dimeriahkan acara kitchen street. Setiap peserta mempresentasikan masakan tradisional atau masakan spesial dari negara mereka, kemudian membagikan gratis ke pengunjung.

Untuk menunjukkan ciri khas dari setiap negara, setiap stan didekorasi sebagai representasi kebudayaan negara masing-masing.

Adapun negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam kitchen street tahun ini adalah Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Turki, Italia, Yaman, Turkmenistan, Taiwan, Singapura, Mesir, China, Tunisia dan Iran.

Selain masakan dari  luar negeri, masakan-masakan dari Indonesia juga dihadirkan sekaligus untuk menambah suasana kebhinnekaan. Kali ini, panitia menjatuhkan pilihannya pada masakan-masakan khas Sulawesi, Palembang dan Yogyakarta.

Mahasiswa asing peserta ICCF menata stan mereka. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Yordan Gunawan mengatakan, penyelenggaraan ICCF ini sejalan dengan tagline Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, “Muda dan Mendunia”, yang dijadikan sebagai simbol semangat internasionalisasi.

“Program internasionalisasi dijadikan sebagai proses menciptakan suasana akademik yang bernuansa internasional di UMY,” ungkapnya.

Program ini melibatkan partisipasi dari berbagai negara yang menjadi mitra UMY di seluruh dunia seperti Singapura, Thailand, Taiwan, Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Australia, Amerika Serikat dan lain-lain.

Sabagai pelengkap acara ICCF tahun ini, UMY juga mengadakan cultural week. Tujuannya agar para mahasiswa asing dari universitas mitra di luar negeri memperoleh  pengalaman tentang kebudayaan Indonesia.

Cultural week berlangsung sepekan dimulai 19 Maret 2018. Adapun wujudnya berupa kegiatan kunjungan ke beberapa tempat wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah maupun menikmati pertunjukan seni dan belajar kebudayaan Indonesia.

Pada event ICCF tahun ini, terdapat satu stan khusus yang mempresentasikan project KKN internasional (Learning Exprees/lex) yang diselenggarakan sejak 12 Maret 2018.

KKN Internasional ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa UMY dan mahasiswa Singapore Polyethnic yang diselenggarakan di Dusun Kali Tengah Lor dan Dusun Serunen, Kelurahan Glagaharjo Cangkringan Sleman.

Sebagai tambahan, UMY saat ini memiliki mahasiswa asing sejumlah 79 orang, antara lain dari Amerika, Eropa, Asia, Afrika maupun Australia. Ke depan, jumlahnya diupayakan akan terus bertambah. UMY juga sudah menjalin kerja sama dengan 113 universitas asing. (sol)