Mahasiswa asing UAD fashion show dalam Action Training di Amongrogo, Rabu (20/09/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jumlah mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) semakin besar dari tahun ke tahun. Tahun ajaran 2017/2018 ini, kampus tersebut menerima sebanyak 83 mahasiswa asing dari berbagai negara.

“Mahasiswa asing yang kuliah di UAD semakin banyak. Kehadiran mereka bisa dijadikan untuk menambah relasi, utamanya untuk belajar bahasa asing. Kami menginginkan dengan belajar di UAD mahasiswa bisa lebih maju. Mahasiswa harus terus menggali potensi, mengasah, serta mengembangkannya,” papar Kasiyarno, Rektor UAD disela Program Pengenalan Kampus (P2K) susulan atau Action Training di Amongrogo, Rabu (20/09/2017).

Action Training kali ini diikuti oleh 1470 mahasiswa baru 2017, 83 mahasiswa asing. Selain itu 49 mahasiswa angkatan 2016 yang belum mengikuti P2K.

Karena itulah Kasiyarno menghimbau seluruh mahasiswa untuk terus meng-upgrade kualitas diri agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional. Selain itu, tingginya antusias mahasiswa asing yang kuliah di UAD harus dimanfaatkan untuk menambah relasi, utamanya untuk memperkuat penguasaan bahasa asing.

Baca Juga :  Ladies, Fashion itu Tak Sekedar yang Terlihat

Dengan demikian lulusan UAD menjadi sarjana muslim yang memiliki kemampuan unggul di bidang ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan seni. Sebab saat ini masa depan tidak hanya ditentukan oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dipengaruhi keaktifan berorganisasi dan prestasi di bidang akademis maupun non akademis.

“Jangan sampai Anda sia-siakan kesempatan kuliah. Ilmu yang Anda peroleh akan memengaruhi masa depan. Ikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan di UAD. Ada banyak organisasi, unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan komunitas untuk mengembangkan potensi. Kunci keberhasilan adalah semangat, yaitu semangat untuk terus berbenah dan mengupgrade diri sendiri,” papar Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) V DIY tersebut.

Baca Juga :  Lho, Wanita Jadi Motivator KB Pria

Rektor menambahkan, UAD berkomitmen memberi pelayanan terbaik bagi mahasiswa. Pembangunan yang dilakukan akan dibarengi sarana dan prasarana yang memadahi untuk mendukung proses perkuliahan yang lebih baik.

Sementara Ketua Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) PP Muhammadiyah, Chairil Anwar mengungkapkan mahasiswa baru saat ini akan masuk menjadi generasi emas pada 2045 mendatang. Untuk itu mereka harus membekali diri dengan berbagai kemampuan.

“Sehingga menjadi generasi yang produktif di usia 45 tahun,” tandasnya.

Untuk mengasah kreativitasnya, mahasiswa diharapkan bisa aktif dalam berbagai kegiatan. Diantaranya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Program tersebut bisa menjadi media untuk belajar tulis menulis hasil penelitian ilmiah dan kewirausahaan. Dengan demikian karya mahasiswa UAD bisa lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (yve)