Mahasiswa Harus Mau Belanja di Pasar Tradisional

139
Purwatno Widodo menerima cenderamata dari mahasiswa  UGM, Senin (06/11/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah 15 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan Public Visit 2017 ke Kantor Bupati Sleman, Senin (06/11/2017).

Audiensi ini dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman ini terkait dengan kebijakan tata ruang dan pembangunan ekonomi.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Purwatno Widodo SH CN, menjelaskan ada kesenjangan antara teori yang dipelajari mahasiswa di kampus dengan praktik di lapangan.

Purwatno mencontohkan, suatu daerah tertentu secara teori atau ilmiah bisa didirikan bangunan, namun ada regulasi lain yang melarang mendirikan bangunan di tempat tersebut.

“Secara empiris di lapangan memang sering berbeda. Maka sebelum mengambil keputusan, kami kaji dulu regulasinya,” kata Purwatno.

Baca Juga :  Membangun Kebersamaan, PC GKBI Gelar Jalan Sehat

Dia juga menyoroti pembangunan asrama kedaerahan di wilayah Sleman yang pengawasannya sulit dilakukan. Ada kecenderungan keberadaan asrama itu mengarah ke eksklusivitas di kalangan mahasiswa antardaerah.

“Akan kita kaji pembangunan asrama kedaerahan ini. Harapan kita para mahasiswa di Kabupaten Sleman bisa berbaur dengan siapa saja. Tidak hanya dengan mahasiswa sedaerahnya,” kata dia.

Purwatno juga berharap para mahasiswa dapat turut serta dalam pemerataan ekonomi di Kabupaten Sleman. Caranya adalah, mereka harus mau berbelanja di pasar tradisional atau di tempat-tempat usaha kecil milik rakyat.

Dia juga menyarankan mahasiswa tidak hanya memusatkan kegiatannya di satu area tertentu yang dapat menimbulkan ketimpangan ekonomi di Kabupaten Sleman.

Baca Juga :  Giliran Relawan Jogja Deklarasi Abraham Samad Capres 2019

“Jadi jangan ke mal atau minimarket saja. Coba kapan-kapan belanja di pasar tradisional. Biar tidak ada ketimpangan ekonomi,” tutur Purwatno. (sol)