Mahasiswa Penolak Bandara Demo di DPRD DIY

4191
Unjuk rasa mahasiswa penolak bandara di DPRD DIY, Selasa (09/01/2017).

KORANBERNAS.ID — Belasan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Tolak Bandara, Selasa (09/01/2017), demo di DPRD DIY.

Begitu masuk halaman gedung dewan di Jalan Malioboro, di bawah kawalan ketat petugas keamanan, mereka melanjutkan orasi dan meneriakkan yel-yel.

Kebetulan siang itu, salah seorang anggota dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sukamto, baru saja datang dan masuk ruangan fraksi. Spontan dia pun menerima pengunjuk rasa.

Di hadapan mahasiswa, Sukamto yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DIY itu menyatakan DPRD DIY tidak memiliki kebijakan soal New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Semua ada di pusat. Tapi saya mendengar, menurut LBH ada kekerasan. Saya minta salurkan melalui prosedur yang ada, kami akan salurkan ke pusat,” ungkap Sukamto.

Baca Juga :  Berbagi Sesama dengan Belanja DS Modest

Usai memberikan tanggapan, dia kemudian meminta perwakilan pengunjuk rasa berdialog di ruang transit ruang rapat paripurna.

Intinya, Sukamto menyampaikan sebagai lembaga wakil rakyat, DPRD DIY menerima semua aspirasi positif yang disampaikan ke lembaga ini.

Dia menyarankan, jika ada kekerasan maka ambil langkah hukum. “Semua yang menyampaikan aspirasi kami terima. Tidak perlu bersuara keras, aspirasi akan kami bawa ke pusat,” kata dia.

Usai unjuk rasa di DPRD DIY mahasiswa kemudian membubarkan diri, berjalan kaki ke Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Secara terpisah di sela-sela acara pencanangan pedestrian Malioboro serta peresmian toilet berkelas internasional, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada wartawan menyampaikan, Bupati Kulonprogo maupun PT Angkasa Pura terus melakukan pendekatan kepada sejumlah warga yang menolak pembangunan bandara.

Baca Juga :  Salatiga Hujan Abu

Baginya, meski kericuhan itu mungkin hal yang biasa terjadi namun demikian suasana kondusif harus terus dijaga. (sol)