Mahasiswa Teknik Lingkungan UP 45 Menangkan LKTI Nasional di Bontang

367
Cahyo Widodo dan Aryo Giri Nugroho , mahasiswa UP 45 Yogyakarta yang berprestasi di LKTI Nasional. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Satu lagi karya mahasiswa Universitas Proklamasi 45 (UP45) Yogyakarta diakui di tingkat nasional. Dibuktikan pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Badak LNG Full Scholarship Program, PT Badak LNG Bontang Kalimantan Timur (Kaltim).

Cahyo Widodo dan Aryo Giri Nugroho berhasil mengalahkan banyak peserta lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memasuki babak final.

Mahasiswa semester tiga Teknik Lingkungan UP 45 melalui karya tulisnya yang berjudul “Pengolahan Limbah Kelapa Sawit Guna Pemenuhan Kebutuhan Listrik Masyarakat Menggunakan Teknologi  BPaG” berhasil mengantarkan mereka menjadi juara harapan satu dalam perlombaan tersebut pada 23 November 2017.

Menariknya Lomba karya tulis yang diadakan PT Badak LNG selain memaparkan karya dalam bentuk tulisan, juga memungkinkan peserta untuk membawa wujud karyanya dalam tahap final tersebut.

Menilik kebelakang sebelum akhirnya memutuskan berangkat ke Bontang Kalimantan Timur tepat dua pekan sebelum hari H perlombaan, Cahyo maupun Aryo sudah pesimis tidak akan bisa berangkat terkait banyak faktor yang menghambat. Kendala diantaranya mengenai biaya transportasi maupun kesulitan dalam menganalogikan karya mereka kepada juri.

Ini, karena karya yang mereka hasilkan merupakan karya dalam skala besar, fungsinya dapat menghidupkan listrik dalam jumlah besar. Sehingga tidak akan mungkin bisa menunjukkan wujud nyatanya di depan para juri.

Namun dukungan dosen pembimbing Muhamad Noviansyah Aridito S.Pd., M.Sc membulatkan tekat mereka untuk tetap berusaha berangkat. Persiapan untuk presentasi masih dimatangkan hingga satu malam sebelum perlombaan di Bontang.

Ditemui di kampus, Cahyo dan Aryo bersemangat menceritakan prosesi perlombaan hingga mereka dipanggil kedua kalinya oleh juri setelah prosesi presentasi selesai. Kemampuan karya yang mereka tulis  menghasilkan energi listrik sebesar 1.294.470 KWh.

Dengan asumsi setiap rumah tangga perhari kebutuhan energi 1.300 KWh, maka pemanfaatan energi ini dapat digunakan sekitar 995 rumah tangga. Ini artinya, dapat memenuhi kebutuhan energi listrik dan menunjang kemandirian energi serta mendukung tercapainya target minimal rasio elektrifikasi nasional.

Selanjutnya, temuan ini tentu akan meningkatkan sektor ekonomi sosial, dan terselesaikannya masalah lingkungan. (*/SM)