Makelar Urug Bandara Berseliweran, Angkasa Pura Minta Pengusaha Waspada

210

KORANBERNAS.ID–Pembangunan NYIA di Kulonprogo memasuki babak baru. Setelah pembebasan tanah secara hukum telah selesai, maka pekerjaan fisik segera dilakukan.

Saat ini, proses pemadatan landasan tengah dilakukan. Sehingga pembangunan fisik akan segera bergerak, baik berupa pengurugan atau fisik bangunan itu sendiri. Meski demikian di tengah masyarakat terutama lingkungan pengusaha armada alat berat telah beredar tawaran kerja sama untuk pengurugan calon lokasi bandara ini.

Juru bicara PT. Angkasa Pura Agus Pandu Purnama menjelaskan, saat ini pihaknya baru saja melakukan lelang pekerjan pembangunan bandara tersebut. “Pemenang lelangnya belum ada. Sesuai aturan, pemenang lelang sekitar bulan Mei baru akan keluar. Dan untuk kerjasama mengerjakan pengurugan atau lainnya hanya dapat dilakukan dengan pemenang lelang. GM PT. AP pun tidak dapat intervensi dalam pekerjaan tersebut,” jelasnya.

Sehingga bagi siapapun pihak luar yang mendapat penawaran kerja sama agar berhati-hati supaya tidak menjadi korban  penipuan.

“Khusus untuk tenaga lokal terdampak, memang sudah disyaratkan kepada peserta lelang agar memprioritaskan menggunakan tenaga lokal.  Untuk ini adanya helpdesk di sana akan membantu warga lokal,” ujar Pandu Purnama.

Dia meyakinkan tenaga lokal akan mendapat pekerjaan dalam proses pembangunan bandara. Dia ambil contoh dalam kegiatan pemadatan hingga pemagaran lahan menggunakan tenaga lokal.

Shaly warga Bogor asal Kulonprogo mengaku diajak kerja sama pekerjaan suplai tanah urug oleh seseorang. Dan diminta untuk membayar uang jaminan lebih dahulu yang nilainya cukup besar.

“Memang tidak mengaku dari PT. AP namun dia mengaku koordinator usaha pekerjaan mengurug lahan calon bandara,” tutur Shaly. Shaly sendiri bekerja pada beberapa usaha yang menggunakan alat berat di Bogor.

Hal yang sama diungkapkan oke Yunanta mantan pegawai Pertamina yang memiliki beberapa alat berat dan sejumlah dumptruck. Dia juga mendapat ajakan untuk bekerjasama dalam proyek pengurugan lahan bandara.(SM)