Makorem 071/Wijayakusuma “Diserbu” Masyarakat

83
IDUL ADHA -- Perayaan Idul Adha 1439 H di Makorem 071-WK ditandai dengan penyembelihan hewan korban berupa satu sapi dan 9 ekor kambing. (Foto: Penrem 071-WK/Koran Bernas).

KORANBERNAS.ID — Ribuan warga masyarakat Banyumas dan sekitarnya menyerbu Makorem 071/Wijayakusuma, sedari pagi warga masyarakat berdatangan dari penjuru pintu gerbang Makorem 071/Wk. Tidak tua, muda hingga anak-anak mereka turut serta berduyun-duyun masuk lapangan upacara. Kedatangan masyarakat Banyumas dan sekitarnya tersebut dalam rangka melaksanakan Sholat Idul Adha 1439 H/2018 M dengan Danrem 071/Wk beserta segenap prajurit dan PNS Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wk serta Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Rabu (22/8/2018).

Sholat Idul Adha 1439 H/2018 M Korem 071/Wk ini bertemakan “Dengan hikmah Idul Adha 1439 H/2018 M kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan guna membentuk prajurit profesional, rela berkorban dan manunggal dengan rakyat”. Bertindak selaku imam dan khotib ustadz dr. Muhammad Rif’an Maulana dari Pondok Pesantren Al Khalimi Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah.

Ustad dr. Muhammad Rif’an Maulana dalam khutbahnya menyampaikan, hari raya Idul Adha merupakan suatu peristiwa besar yang diilhami dari sebuah ketaqwaan Nabi Ibrahim AS yang sangat luar biasa dalam melaksanakan perintah dari Allah SWT, mengorbankan sang anak tercinta Nabi Ismail A.S. sehingga betapa pun cintanya nabi Ibrahim terhadap sang putra tidak menyurutkan sedikit pun ketaatan dan ketaqwaan beliau kepada Allah SAW.

Ia mengharapkan, semua wajib bersyukur terhadap nikmat Tuhan yang dilimpahkan kepada manusia tetapi di sisi lain masih banyak keperihatinan dan penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di belahan lain di dunia ini. Dia menghimbau, agar masyarakat tetap  bersyukur dengan meningkatkan kepekaan sosial terutama kepada sesama yang masih dalam kesusahan atau dalam penderitaan yang membutuhkan bantuan kita yang lebih mampu. “Wujud termudah dan terbaik yang dilakukan adalah dengan meningkatkan ketaqwaan dan keimanan  kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT,” terangnya.

Di hadapan para Jamaah, Ustad Rif’an menjelaskan tentang ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim terkait kepatuhan kepada perintah Tuhan atau kecintaan kepada anaknya Nabi Ismail. Tetapi Nabi Ibrahim lebih merelakan untuk mengorbankan putra beliau. Atas keikhlasan mematuhi perintah Tuhan sehingga Tuhan mengutus malaikat untuk menggantikan putra beliau Ismail yang akan dikorbankan dengan menggunakan hewan kurban. Di sini menunjukkan  bahwa kecintaan kita kepada Allah SWT jauh lebih dari segalanya dari apa yang kita miliki yang rela dengan pengorbanan besar.
Kemudian Nabi Ibrahim yang beristerikan Siti Hajar dapat dijadikan contoh atau keteladanan dalam membina keluarga yang sakinah.
Nabi Ibrahim juga seorang yang mampu untuk melakukan pembinaan pendidikan bagi keluarganya. Ini juga patut menjadi panutan dalam kehidupan kita saat ini.

Terkait hikmah dari Qurban yang dilaksanakan, Ustad Rif’an yang  kesehariannya sebagai dokter umum di RS Ibu dan Anak Bunda Purwokerto ini menjelaskan, bahwa dengan berkurban berarti kita mampu untuk melakukan solidaritas sosial, tidak mementingkan diri sendiri serta menjadi suatu kepedulian bagi kaum yang mampu untuk menyisihkan sedikit  apa yang dimiliki untuk diberikan kepada sesama yang tidak mampu atau masih mengalami kesusahan.

“Semoga kita semua mampu memetik pelajaran indah dan hebat dari kisah keluarga Nabiyullah Ibrahim AS, kita sebagai seorang ayah yang demokratis, adil, dan bijaksana sebagaimana Nabi Ibrahim. Dan semoga bagi para ibu mampu meneladani Siti Hajar, profil ibu rumah tangga yang mendukung, membantu dan mendoakan suami dalam menaati perintah Allah SWT. Dan yang saat ini masih anak-anak, remaja semoga bisa meniru keshalihan Ismail, yang dengan keimanan menancap ke lubuk hati dan ketakwaan yang tinggi menjadikan ia sabar dan ikhlas untuk berbakti pada orang tuanya sekalipun harus dikorbankan oleh ayahnya sendiri demi mengikuti perintah Allah SWT.”

“Bila sebuah keluarga meneladani kisah keluarga Nabi Ibrahim ini, maka keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang kuat dan bila semua keluarga kuat maka negara pun akan menjadi kuat dan hebat. Karena semua komponen kuat, TNI kuat, Polri kuat, rakyat pun kuat. Maka NKRI akan susah dipecah belah oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Karena sesuai semboyan, Bersama Rakyat TNI Kuat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

IDUL ADHA – Sholat Idul Adha 1439 H juga dilaksanakan di lapangan Makorem 071-WK. (Foto: Penrem 071-WK/Koran Bernas).

Kegiatan Sholat Idul  Adha ini diikuti oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Anita Dani Wardhana, berbaur bersama segenap Umat Islam masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Usai sholat Idul Adha, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., menyerahkan secara sembolis hewan qurban berupa 1 ekor sapi kepada Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Korem 071/Wk yang di terima Kabintal Korem 071/Wk Kapten Inf Sutrisno.

Danrem 071/Wk pada kesempatan tersebut mengatakan, makna Idul Adha terdiri dari dua makna, di mana makna yang pertama, qurban merupakan upaya untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah SWT.
Dan makna qurban yang kedua memiliki makna penyebelihan hewan, di mana nantinya hasil hewan qurban tersebut akan digunakan sebagai salah satu bentuk pengorbanan dari harta benda yang dimilikinya untuk diberikan kepada kegiatan sosial.

“Idul Adha sebagai bentuk hubungan yang seimbang baik secara vertikal dan juga horizontal, tentunya merupakan proses penting untuk kita jadikan niat dan tekad dalam memperteguh hati serta jiwa kita agar segala sesuatu yang kita lakukan semuanya hanyalah untuk mencari keridhoan Allah SWT semata,” katanya.

Hewan kurban Makorem 071/Wk sebanyak 1 ekor sapi dan 9 ekor kambing dari para prajurit dan PNS Makorem 071/Wk dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wk termasuk Danrem 071/Wk beserta keluarga.

Selanjutnya daging qurban dibagikan kepada mustahiq di sekitar Makorem 071/Wk, yatim piatu, pondok pesantren, panti asuhan, dan masjid. (*/Penrem 071-WK)