Maksimalkan TI untuk Pengurangan Risiko Bencana

224
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (kiri) dan Kepala Diskominfo DIY menyampaikan penjelasan dalam jumpa pers di DPRD DIY, Rabu (25/04/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Berkaca dari bencana badai Cempaka yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu serta angin lesus yang terjadi Selasa (24/04/2018), DPRD DIY mendorong Pemerintah DIY supaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI) untuk kepentingan pengurangan risiko bencana.

“Jogja beberapa kali terkena bencana. Kita perlu mengelola sistem manajemen informasi yang mampu mengurangi risiko bencana,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Rabu (25/04/2018), di Ruang Rapat Paripurna Lantai Dua DPRD DIY.

Kepada wartawan dalam jumpa pers Inisiatif Komisi A DPRD DIY tentang Rancangan Perda (Raperda) Pemanfaatan dan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Peluncuran Program Literasi dan Pelatihan Media Sosial (Medsos), Co Working Space dan Free Wifi Tahun 2018, dia menyampaikan penanganan bencana memerlukan kecepatan akses informasi.

“Teknologi informasi mempercepat akses Pemda mengetahui lokasi-lokasi bencana. Kemudian, masyarakat dapat mengetahui berapa stok logistik di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) ketika terjadi bencana, tendanya ada berapa,” ujarnya.

Baca Juga :  Perbaiki Pengelolaan Danais

Dengan begitu, lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (dapil) Kota Yogyakarta ini, informasi yang diterima masyarakat maupun yang masuk Pemda bersifat utuh.

Eko Suwanto menambahkan, Raperda Pemanfaatan dan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi ditargetkan terakhir dibahas Agustus 2018 dan mudah-mudahan September sudah selesai.

Dengan adanya Perda, ke depan masyarakat memperoleh kemudahan ketika ingin mengakses informasi mengenai APBD atau Dana Keistimewaan (Danais) maupun semua urusan terkait pendidikan, kesehatan dan rumah sakit.

“Sekali lagi, teknologi informasi hanya alat untuk percepatan pelayanan publik. Jika sakit, maka masyarakat bisa mengakses informasi ketersediaan bed di rumah sakit masih ada berapa sehingga mampu mengindarkan daftar tunggu yang panjang. Kita akan dorong Jogja jadi percontohan bagi daerah lain,” papar Eko Suwanto.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari menyambut baik dibahasnya Raperda Pemanfaatan dan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Terkait itu, pihaknya sudah menyiapkan program Literasi dan Pelatihan Media Sosial (Medsos), Co Working Space dan Free Wifi.

Berdasarkan survei, pemanfaatan TIK di DIY sangat tinggi nomor dua setelah DKI Jakarta. “60 persen masyarakat DIY sudah terkoneksi internet,” ungkapnya. Persoalannya, belum ada aturan bagaimana peran pemerintah, masyarakat dan swasta.

Baca Juga :  Penyair Alumni Kampus Biru Tampil di Tembi

Diskominfo DIY sudah melakukan berbagai persiapan antara lain merintis sejumlah program dan kegiatan dalam rangka mewujudkan Jogja Smart Province.

Di antaranya, pengembangan Co Working Space yang berlokasi di Kantor Diskominfo DIY Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta. Di tempat itu tersedia sejumlah komputer terkoneksi internet yang bisa dipakai masyarakat secara gratis.

Dalam kesempatan itu, Eko Suwanto meminta Diskominfo DIY memprioritaskan wilayah perbatasan. “Soal anggaran, Komisi A prinsipnya setuju asalkan untuk kemaslahatan rakyat,” kata dia. (sol)