Malam Penutupan FKY, Dipungkasi Aksi Sosial untuk Lombok

67
Penampilan Shaggydog pada penutupan FKY 30. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Perhelatan tahunan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, FKY 30, yang diselenggarakan sejak 23 Juli 2018 lalu, akhirnya menginjak hari terakhir yang ditandai dengan upacara penutupan di Planet Pyramid, Bangunharjo, Bantul, DIY.

Rangkaian acara penutupan diawali di Panggung Pasar Seni FKY 30 sekitar jam 19:00 WIB oleh “Uyu-uyu Karawitan” dan dilanjutkan dengan “Tari Hanuraga”, yang disuguhkan oleh siswa-siswa SMKI Yogyakarta. Setelah sambutan dari MC, dipanjatkan doa oleh koordinator Lokakarya FKY 30, Awaluddin G. Mualif.

Sekitar 20:00 WIB, Roby Setiawan yang menjabat sebagai Ketua Umum FKY 30, memberikan laporan pelaksanaan festival tahunan ini.

Dalam kesempatan ini Roby memaparkan terdapat 20 program FKY 30 yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Semua program tersebut berjalan lancar, ditandai dengan besarnya antusiasme masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, keterlibatan berbagai macam kelompok seni dari berbagai macam kategori, turut meramaikan dengan karya-karya yang atraktif, interaktif, dan edukatif.

Ada 1.880 pelaku seni tradisi, 73 perupa dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY, 28 seniman sastra dan teater, 35 sineas dalam Bioskop FKY dan 2.160 pelaku seni pertunjukan. Jika ditotal ada 4.176 pelaku seni yang tampil di FKY 30 ini.


Ketiga ketua FKY (Setyo Harwanto, Ishari Sahida, dan Roby Setiawan) saling berbagi cerita, kenangan, dan pengalaman menjadi ketua panitia FKY 25- FKY 30. (istimewa)

Pencapaian lain FKY tahun ini adalah berhasilnya melahirkan sebuah festival yaitu “Jogjakarta Video Mapping Festival” yang diselenggarakan selama 3 hari di sepanjang Jalan Malioboro, dengan melibatkan seniman video mapping dari Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung, dan Jakarta.

Diharapkan tahun-tahun mendatang JVMF siap menjadi festival mandiri yang menjadi salah satu suguhan festival tahunan di Yogyakarta.

Setiap program FKY 30 ini dikemas semenarik mungkin sehingga bisa menjadi ruang-ruang bermain baru bagi siapapun yang terlibat dan berkepentingan dalam penyelenggaraan kali ini.

Energi sukaria ini berdampak pada jumlah kunjungan selama 17 hari yaitu dari tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2018 dengan total jumlah pengunjung 160.472 orang, sehingga rata-rata jumlah kunjungan harian 9.440 pengunjung/hari. Sedangkan di hari terakhir, 9 Agustus 2018, jumlah kunjungan mencapai 15.551 orang.

Baca Juga :  Kesadaran Pancasila Alami Penyusutan

Banyaknya jumlah kunjungan ini juga berdampak pada omset 100 tenant Pasar Seni produk kreatif  yang hingga 9 Agustus 2018 mencapai Rp 965.731.100,00. Dengan demikian rata-rata omset harian Rp. 53.651.728,00.

Selain keuntungan yang bersifat komersial, ada tujuan lain yang berhasil dicapai dalam penyelenggaraan Pasar Seni FKY ini.  Tujuan tersebut adalah berhasil terjalinnya hubungan yang makin erat antara para tenant di FKY ini, sehingga dapat membantu memperluas jejaring dan kolega mereka baik itu dalam kehidupan sosial maupun untuk pengembangan bisnis yang lebih luas.

Sementara itu total omset 73 peserta stand kuliner yang dikelola oleh pihak Pyramid dari 23 Juli – 8 Agustus 2018 sebesar Rp. 1.831.025.500,00 dengan rata-rata omset hariannya mencapai Rp. 107.707.382,00.

Penyelenggaraan FKY 30 juga berdampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar venue seperti 4 kantong parkir yang dikelola tiap pedukuhan seperti parkir Akademi Komunitas, Druwo, Pandes, dan Resto Firdaus selama 17 hari total pendapatan mencapai Rp. 133.923.000,00.

Di usia yang ke 30 tahun FKY telah berhasil menjadi etalase seni budaya bersama, baik yang berasal dari DIY, provinsi lain, bahkan dari mancanegara.

Secara keterlibatan, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir FKY telah turut menampilkan kelompok seni dari negara lain seperti Inggris, Perancis, Jepang, Amerika, dan negara lain yang sebenarnya ingin bergabung namun terkendala perijinan untuk dapat tampil di FKY.

Penampilan Endank Soekamti pada penutupan FKY 30. (istimewa)

Sama seperti delegasi dari provinsi lain, Kelompok seni dari negara sahabat tersebut membiayai proyeknya sendiri untuk bisa tampil di FKY.

“Hal-hal yang selama ini sudah diusahakan, merupakan upaya bersama untuk keberlangsungan FKY yang lebih baik. Misi re-branding telah dicapai, dan formulasi penyelenggaraan telah disempurnakan. Kami berharap FKY ke depan menjadi lebih baik dan selalu menjadi event yang dinanti-nantikan seluruh pelaku seni budaya baik dalam negri maupun mancanegara,” pungkas Roby Setiawan dalam sambutannya tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Adat dan Seni Tradisi Dinas Kebudayaan DIY Setyawan Sahli SE,MM, dalam sambutannya mengharapkan agar ke depannya FKY bisa benar-benar lebih berguna bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Kebhinekaan Bangsa Ini Harus Terus Dirawat

Untuk itu direncanakan pada awal 2019 akan digelar beberapa FGD (focus group discussion) guna mendapatkan format, lokasi, tema, dan konsep-konsep baru agar bisa meraih lebih banyak lagi partisipasi masyarakat.

“Diharapkan pula di pelaksanaan mendatang penampil dari luar negeri bisa makin banyak. Mungkin perlu ada kepanitian khusus yang menangani terkait penampil dari luar negeri. Dengan demikian FKY bisa go internasional. Ini sesuai arahan Gubernur DIY yang menyatakan bahwa FKY akan menjadi ikon kesenian DIY,” ungkap Setyawan Sahli SE,MM. di dalam sambutannya.

Upacara penutupan dimulai sekitar jam 21:00 WIB ditandai dengan penerbangan kitiran ke udara sebagai penanda berakhirnya FKY 30 ini, yang mengingatkan prosesi yang sama yang dilakukan saat penutupan FKY 25 yang waktu itu diketuai oleh Setyo Harwanto.

Penerbangan kitiran ini juga sebagai penanda berakhirnya masa kepanitiaan yang sejak FKY 25 hingga FKY 30 ini diawaki oleh Setyo Harwanto, Ishari Sahida, dan Roby Setiawan di posisi ketua.

Usai penerbangan kitiran, ketiga ketua panita FKY tersebut saling berbagi cerita, kenangan, dan pengalaman menjadi ketua panitia FKY selama ini.

Akhirnya, pemutaran film dokumentasi FKY berjudul “KITA” menjadi akhir dari rangkaian upacara penutupan perhelatan festival seni tahunan Yogyakarta ini. Film ini mengemas moment-moment indah dan kenangan tak terlupakan dari mulai FKY 25 hingga FKY 30.

Layar besar yang digunakan untuk memproyeksikan film FKY “KITA” mendadak turun dan dari baliknya muncul Jogja Hiphop Foundation langsung menghentak dengan Sabdatama. Beberapa penonton yang akan pulang sontak balik badan dan kembali menyemuti panggung utama FKY ini.

Penampilan JHF, Shaggydog, Endank Soekamti, dan sejumlah musisi lain, terus menghibur pengunjung dan penonton hingga larut malam, menuntaskan perhelatan panjang FKY tahun 2018.

 

Dari konser tersebut didapatkan total donasi sebesar Rp 27.217.800 yang akan disalurkan langsung oleh Tim Gugur Gunung yang terdiri Muhammad Marzuki (JHF) dan Sekber Pecinta Alam Yogyakarta yang datang langsung ke Lombok.(*/SM)