Malioboro ke depan : Sultan Ingin Seniman Ikut Ambil Bagian

197
Tidak ada satupun PKL berjualan di lorong depan toko sisi barat Maliboro, Selasa (26/09). (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menginginkan para seniman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa ikut ambil bagian dalam program Malioboro tanpa PKL.

“Misalnya pada Selasa Wage bulan November ada festival, seniman memasang patung di Malioboro untuk mengisi ruang-ruang yang kosong. Ini bisa menjadi kekuatan orang untuk datang dan melihat,” tutur Sultan kepada wartawan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Selasa (26/09/2017).

Inilah yang akan dibicarakan ke depan antara Pemerintah DIY dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Dengan kreasi-kreasinya, lanjut Sultan, seniman bisa mengisi kegiatan dengan tema-tema tertentu baik itu berupa event, festival maupun sinergi dengan acara-acara kultural.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menegaskan kebersihan Malioboro harus diutamakan. Inilah pentingnya menyadarkan wisatawan maupun masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga :  Sasaran Program TMMD Selesai Tepat Waktu

“Untuk mencoba mengubah sesuatu dari awal, kita perlu sabar. Bisa nggak masyarakat ikut membersihkan sampah,” kata Sultan.

Sedangkan Walikota Haryadi Suyuti optimistis Malioboro sehari tanpa PKL akan menarik wisatawan untuk datang, sehingga menjadi event wisata dan budaya tersendiri.

Seperti diberitakan, 35 hari sekali atau selapan setiap Selasa Wage kawasan Malioboro bebas dari aktivitas usaha para pedagang kaki lima. Kegiatan yang dimulai Selasa (26/09/2017) ini akan berlangsung rutin. (ros)