Malioboro Sepi, Pemilik Toko Bisa Cat Ulang Temboknya

249
Kawasan pertokoan sisi barat Malioboro lengang tanpa PKL, Selasa (26/09). (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ada hikmah di balik peristiwa. Begitu pula dengan situasi Malioboro yang sehari tanpa pedagang kaki lima (PKL) pada Selasa (26/09) rupanya menguak sisi lain yang selama ini jarang terlihat di siang hari.
Sebagaian tembok toko maupun tiang yang selama ini tertutup oleh PKL ternyata kotor dan usang. Inilah kesempatan bagi pemilik toko mengecat ulang temboknya.

Langkah tersebut sudah diawali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Siang itu, sejumlah pekerja mengecat ulang tembok Pasar Beringharjo. Pekerjaan seperti itu tidak bisa dilakukan di hari-hari biasa karena mengganggu PKL yang berjualan.

“Ini baru awal,” ungkap Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta kepada wartawan di sela-sela mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau pedestrian Malioboro.

Baca Juga :  Hati-hati, Puluhan Meter Tanah di Kulonprogo Amblas

Artinya, kata dia, dengan tidak adanya aktivitas PKL berjualan maka pemilik toko bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk membersihkan gorong-gorong atau menambal tegel yang pecah.

“Pemilik toko bisa merawat tokonya, mengecat toko. Akan terlihat tokonya terawat atau tidak. Apabila Malioboro bersih, masyarakat bisa selfie,” kata Haryadi. (ros)