Mamikos Campus Ambassador Seru dan Menyenangkan

131

KORANBERNAS.ID — Banyak cara dilakukan oleh mahasiswa baru untuk lebih cepat beradaptasi di lingkungan barunya. Mulai dari bersosialisasi dengan teman kuliah, teman kos hingga mencari informasi melalui internet.

Terkadang, mahasiswa baru terutama mereka yang merantau lebih sulit memperoleh informasi terkait kampus, kos, atau hal-hal lain yang baru bagi mereka.

Berawal dari ide inilah Mamikos.com sebagai aplikasi pencari kos nomor satu di Indonesia menginisiasi program Mamikos Campus Ambassador atau MCA, yakni seorang duta kampus yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

“MCA bertugas membantu atau menjembatani mahasiswa baru dengan lingkungan sekitarnya. Selain untuk memudahkan mahasiswa baru dalam bersosialisasi, mereka biasanya membutuhkan kakak tingkat untuk bertanya seputar kehidupan di kampus atau di lingkungan baru mereka. MCA ini sejalan dengan misi Mamikos untuk selalu dekat dengan mahasiswa dan generasi muda di Indonesia,” ungkap Sri Mona Nurhastuti, Media, Community and Public Relation Mamikos.com, Selasa (18/09/2018).

Bagi mahasiswa baru, sosok MCA banyak membantu dalam memberi informasi. Una, seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Yogyakarta menyatakan dirinya merasa terbantu dengan keberadaan MCA.

“Kakak-kakak MCA orangnya baik banget karena bantuin aku buat nanya-nanya apa aja yang mesti disiapin buat kuliah, dosennya gimana orangnya, terus mereka juga nggak pelit buat share informasi yang sebelumnya aku gak tahu,” ujarnya.

Kerja keras

Menjadi mahasiswa sambil bekerja juga bukanlah perkara mudah, dibutuhkan kerja keras agar kedua-duanya bisa berjalan beriringan. Hal tersebut ternyata tidak menyurutkan minat para MCA untuk tetap bertugas di sela-sela kuliahnya.

Baca Juga :  Mendorong Potensi Anak Tidak Cukup Hanya dengan Menggali Aspek Fisik dan Kognitif

Mahasiswa asal Bandung yang kuliah di Unjani, Iga Andika yang akrab dipanggil Dika, misalnya, mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika ini kurang lebih tiga bulan ini menjadi MCA.

Dia tertarik bahkan jatuh hati menjadi seorang MCA, karena pekerjaan itu fleksibel tetapi menyenangkan dan seru. “Ya, karena kita bisa bersosialisasi dengan banyak orang, dapat banyak relasi dan teman, seperti masuk lingkungan BEM kampus atau lingkungan masyarakat,” ungkap Dika.

Kehidupan Dika pun kini lebih baik setelah menjadi MCA, terlebih dari sisi finansial cukup membantu untuk uang jajan dan keperluan lain.

Selain itu, efek yang paling terasa adalah rasa puas setelah menyelesaikan project dengan baik dan membantu memberi info aplikasi Mamikos.com ke kost seeker yang belum mengetahui aplikasi ini.

Dia mengakui, sebagai seorang MCA, mengatur waktu antara kegiatan MCA dan kuliah bukan hal yang mudah. “Pinter-pinter kita aja ambil waktu. Contohnya ketika ada waktu jeda ketika kelas di kampus, di situ bisa cicil-cicil kerjaan MCA dan ambil juga sedikit waktu istirahat kita, intinya antara kerjaan MCA dan kampus bisa diimbangin 50:50 lah,” tambah Dika.

Hal sama diungkapkan Fitrotin Nikma, seorang MCA asal Malang yang saat ini menempuh perkuliahan magister di Universitas Brawijaya. Sudah satu tahun menjadi MCA, salah satu kemudahan yang dia peroleh adalah bisa berbagi memberikan dana sponsorship event, terlebih ia juga mendapat gaji lumayan.

Baca Juga :  Ada THL di Pasar Klaten, Benarkah ?
Mamikos Campus Ambassador siap membantu memudahkan mahasiswa baru mencari beragam informasi. (istimewa)

Seleksi

Saat ini MCA telah tersebar di beberapa kota seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya dan Malang. Mereka berasal dari beberapa kampus seperti ITB, UGM, UI, UB, UNAIR dan lain sebagainya.

Sri Mona Nurhastuti menambahkan, Mamikos Campus Ambassador atau MCA sebagai duta kampus merupakan mahasiswa/mahasiswi di beberapa kampus di Indonesia yang diseleksi dan dipilih oleh pihak aplikasi Mamikos. MCA merepresentasikan semangat Mamikos terhadap anak-anak muda.

Seleksi antara lain meliputi personal maupun latar belakangnya. Yang pasti, mereka merupakan sosok aktif, dinamis dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Tentu saja mereka adalah orang-orang pilihan yang dapat bekerja sama dengan Mamikos secara kolaboratif untuk lebih dekat dengan anak muda,” kata Mona, panggilan akrabnya.

Lebih jauh Mona memaparkan kegiatan-kegiatan yang diadakan Mamikos di masing-masing kota. MCA hadir untuk membantu para pendatang (mahasiswa baru). “Mereka bekerja secara kooperatif dan kolaboratif bersinergi dengan Mamikos,” tambahnya.

Mamikos.com adalah platform pencari kos yang tersedia di android, appstore dan web di Indonesia. Saat ini Mamikos.com sudah digunakan oleh lebih dari 1 juta pengguna dan membantu 60.000 lebih kos. (sol)