MAN 1 Sleman Dampingi Siswa Hingga Detik Terakhir

544
Siswa-Siswi MAN 1 Sleman, mendapat pendampingan sesaat sebelummemasuki ruang ujian. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Mendampingi siswa tidak hanya sesuai dengan yang tertera dalam jadwal pembelajaran dan penajaman materi, namun hingga siswa akan memasuki ruang ujian.

“Satu jam sebelum ujian, anak-anak kita kumpulkan di aula didampingi guru mata pelajaran yang akan diujikan.  Kesempatan ini juga untuk konsultasi di menit-menit terakhir. Kami berharap pendampingan ini disertai ketulusan dan keikhlasan,” kata Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan  MAN 1 Sleman, Asri WIdyawati,S.Pd,M.Si, Selasa (10/04/2018), terkait dengan pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut.

Melalui pendampingan tersebut, lanjut Asri, diharapkan mampu meminimalisir keterlambatan siswa.

“Karena kita tiga sesi, praktis kita stand by sejak pagi hingga sore. Bila ada siswa yang belum hadir, wali kelas beserta tim akan mencari tahu melalui telepon maupun ngaruhke ke rumahnya,” kata Asri.

Baca Juga :  UAD Akuisisi BPR Syariah yang Hampir Kolaps

Sebelum masuk, seluruh siswa juga diberi makanan ringan sebagai bagian dari persiapan fisik.

Kepala MAN 1 Sleman Abdul Ghofur, S.Ag,M.Pd menyambut baik atas usaha ini.

“Kami mengapresiasi upaya lahir batin bapak ibu guru yang telah mendampingi anak-anak  dengan tulus dan ikhlas.  Harapannya tentu agar anak-anak kita sukses ujian. Melaksanakan tugas di madrasah harus ikhlas dan tulus, jangan hanya karena coin, tapi juga untuk memperoleh points,” lanjut Ghofur.

Pelaksanaan UNBK di MAN 1 Sleman diikuti 170 siswa IPA, IPS dan keagamaan.  Mereka terbagi dalam tiga sessi di dua laboratorium.

“Alhamdulillah, hari pertama kemarin berjalan lancar, tidak ada listrik mati. Sesuai SOP kita juga siapkan genset sebagai antisipasi bila listrik mati,” jelas Ketua Panitia Musahir,S.Pd,M.Pfis.

Baca Juga :  Angkat Seni Karawitan, Purbalingga Gandeng ISI Surakarta

Berbagai program telah dilaksanakan untuk meraih sukses ujian mulai dari sosialisasi di awal tahun hingga penajaman materi dan pendampingan.

“Juga kita gelar AMT,  do’a bersama seluruh siswa didampingi wali serta warga madrasah,” lanjut Sahir. (*/SM)