Tak Kelar, Proyek Taman Air Mancur Ini Dibatalkan

387
Beberapa pekerja proyek Taman Air Mancur Pendopo Kebumen pekan lalu mengerjakan konstuksi air mancur. Proyek ini dibatalkan sejak Senin (05/02/2018) karena mangkrak. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Proyek taman air mancur di depan pendopo rumah dinas Bupati Kebumen akhirnya dibatalkan. Sebab proyek tersebut tak kunjung selesai meski dibangun dengan anggaran yang cukup tinggi hingga mencapai Rp 2,7 Miliar.

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kebumen sejak Senin (05/02/2018) menghentikan pekerjaan proyek itu. Penghentian proyek itu, setelah kontraktor gagal merampungkan pekerjaan yang berakhir Minggu (04/02/2018).

Kontraktor yang diberi kesempatan merampungkan selama 50 hari sejak berakhirnya kontrak kerja 15 Desember 2017 ternyata gagal merampungkan. Kontraktor ini dipastikan dikenai sanksi denda 5 persen dari nilai kontrak kerja.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kebumen, Edi Rianto yang dikonfirmasi koranbernas.id, Selasa (06/02/2018) mengungkapkan, penghentian pekerjaan tersebut membuat kontraktor tidak boleh mengerjakan proyek itu lagi.

“Jika kontraktor tetap mengerjakan, yang kami hitung hasil pekerjaan per 4 Februari 2018, kami punya dokumenya,” kata Edi Rianto.

Baca Juga :  Sampah Jadi Masalah Semua Desa

Kontraktor sebenarnya sudah mendatangkan peralatan untuk air mancur. Namun hingga berakhirnya masa pekerjaan belum dipasang. Pemkab Kebumen hanya membayar pekerjaan yang sudah jadi atau terpasang. Untuk peralatan air mancur yang belum terpasang, Pemkab Kebumen tidak menghitung sebagai bagian pekerjaan yang bisa dibayar.

“Tim audit internal kami akan menghitung sementara nilai pekerjaan,“ kata Edi Rianto, tanpa menyebut persentase pekerjaan yang telah dikerjakan.

Pembayaran pekerjaan, setelah ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil audit ini yang dijadikan dasar Pemkab membayar pekerjaan, sampai dengan 4 Februari 2018.

Edi Rianto belum bisa memastikan kapan kontraktor bisa menerima pembayaran atas pekerjaan yang sudah dikerjakan dan kelanjutan pembangunan kembali. Ada kemungkinan, anggaran untuk membayar pekerjaan akan diusulkan pada APBD Perubahan Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2018. Jika usulan ini disetujui DPRD Kabupaten Kebumen maka pelunasan pembayaranya bisa akhir tahun anggaran 2018.

Baca Juga :  Ada-ada Saja, Kaki Anak Ini Terperosok di Alun-alun

Kelanjutan pembangunanya, menurut Edi Rianto cukup riskan gagal jika dikerjakan dengan menggunakan APBD Perubahan tahun anggaran 2018. Waktunya yang pendek dikhawatirkan akan berulang lagi pekerjaan gagal rampung.

“Ada lelang baru untuk melanjutkan proyek ini,“ ujarnya.

Proyek yang diinisiasi Bupati Kebumen HM Yahya Fuad digadang-gadang akan menjadi ikon baru Kota Kebumen setelah Tugu Walet. Pada malam menyambut Tahun Baru 2018 yang seharusnya sudah bisa beroperasi ternyata baru selesai 40 persen. Selain air mancur yang belum selesai, tanaman di taman juga masih apa adanya. Paving bolong yang seharusnya ditanami rumput gajah mini juga belum ditanami. (yve)