Mantan Kadinas Pasar Tak Jadi Tersangka, Ini Kata Kajari

327
Kajari Purworejo Alex SH membawa uang ratusan juta hasil eksekusi pengembalian kerugian negara dari tangan terpidana Azis dan Sumantri yang diserahkan ke pihak BRI. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kasus korupsi Proyek Revitalisasi Pasar Krendetan senilai Rp 4,5 miliar, ternyata belum rampung sepenuhnya.

Proyek yang pembangunannya pada 2015  itu, menuai permasalahan korupsi sebagai akibat banyaknya bagian-bagian pembangunan yang tidak sesuai spek.

Terbukti, dalam amar Putusan Majelis Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Tengah, ketiga tersangka yakni Azis, Sumantri dan Slamet Mujiatno sudah dijatuhi vonis hukuman penjara selama 1 tahun.

Saat ditanya pewarta yang bertugas di Purworejo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purworejo, Alex SH, menyebutkan ahwa kapasitas tersangka Slamet, saat itu, adalah sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sedangkan mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Dikoperindagpar), Dra Suhartini, adalah Kepala Satker (Satuan Kerja) tersebut.

Baca Juga :  Ternyata, 70 Persen Rumah Relokasi Belum Siap

“Kepala Dinas itu tidak melakukan pencairan atau kegiatan transfer terhadap proyek itu, yang melakukan adalah tersangka Slamet. Jadi, dia clear,” ucap Alex, menjawab pertanyaan koranbernas.id, Rabu (29/08/2018) siang.

Ketiga tervonis duduk di belakang kursi Kajari dan pejabat lainnya, saat berada di Aula Kantor Kejari Purworejo. (hery priyantono/koranbernas.id)

Di sela-sela Acara Pelaksanaan Pidana dia menambahkan, proses penyidikan kasus korupsi Proyek Revitalisasi Pasar Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo itu sejak Agustus 2017.

“Kami melakukan penyidikan sejak Agustus tahun 2017 lalu. Dan kemarin tanggal 24 Juli 2018, ketiga tersangka sudah divonis Majelis Hakim PN Tipikor di Semarang,” urai Alex.

Mereka telah divonis satu tahun. “Hari ini kami akan eksekusi kerugian negaranya sebesar Rp 253,4 juta-an untuk kami kembalikan ke kas negara melalui Kantor BRI Purworejo,” paparnya.

Baca Juga :  Mereka Terpanggil Ringankan Beban Korban Bencana

Untuk diketahui, terpidana Slamet adalah PNS di lingkungan Diskoperindagpar Pemkab Purworejo, terpidana Azis adalah Direktur PT Sarif Maju Karya dan nama terpidana Sumanteri adalah Konsultas Pengawas Proyek tersebut.

Dua terpidana (Azis dan Sumanteri) diwajibkan mengembalikan uang pengganti berdasarkan Putusan PN Tipikor Semarang Tanggal 24 Juli 2018 No 24/PID Sus-TPK/2018/PN Semarang. (sol)