Mari Ajak Anak Cintai Lingkungan

273
Anak-anak TK diajak kegiatan bermain bersama di lokasi outbound kampung Jelok Desa Beji, Kecamatan Patuk, Senin (27/11/2017). (st aryono/koranbernas.id).

KORANBERNAS.ID — Ratusan siswa Taman Kanak-kanak Theresia Wonosari dan TK Masyitoh Dusun Jelok menggelar kegiatan mencintai lingkungan sejak dini. Dalam kegiatan ini ribuan bibit ikan berbagai jenis dilepas di Kali Oya tepatnya Desa Wisata Kampung Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Senin (27/11/2017).

Kegiatan dipimpin Romo Sapto Nugraha Pr menjadi kegiatan Forum Lintas Iman Gunungkidul membuat gembira anak-anak yang datang sejak pagi bersama tenaga didik dan keluarga wali murid.

“Ikan ini harus dilepas dan bisa hidup bebas. Populasi ikan supaya bertambah banyak lagi. Habitat sungai sebagai kehidupan ikan dan tumbuh-tumbuhan jangan sampai rusak,” kata Romo Sapto menyampaian pesan dan memimpin pelepasan ribuan bibit ikan.

Romo mengatakan, pelajaran paling penting ditanamakan kepada anak-anak adalah mencintai alam lingkungan secara terus menerus. Dengan membiasakan anak didik peduli merawat lingkungan hidup diharapkan tumbuh kembang menjadi manusia dewasa yang bukan sebagai perusak bumi.

Baca Juga :  Ingat, Jauhkan Keluarga dari Bahaya Narkoba

Romo yang bertugas di Gereja Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari ini rela menyediakan sekitar 250 ikan hias jenis koi yang populer dikenal anak-anak senagai ikan Nemo dalam sebuah film kartun.

“Ikan nemo dan teman ratusan jenis ikan yang lainnya harus kita bebaskan supaya habitat kali lebih baik,” tambah romo.

Aminudin Aziz selaku koordinator Forum Lintas Iman Guningkidul, kegiatan pelepasan ribuan bibit ikan sebagai kegiatan memperingati hari menanam lintas agama. Sejumlah tokoh agama hadir dalam kegiatan tersebut dari islam, hindu, katolik, budha, dan kristen. FLI Gunungkidul menaruh perhatian terhadap anak-anak peserta didik TK untuk dikenalkan pelajaran merawat alam lingkungan sebagai salah satu pembelajaran tingkat dasar.

Baca Juga :  Esensi Puasa Itu Kendalikan Nafsu

Menurut Aziz, alam lingkungan telah memberikan banyak manfaat untuk kelangsungan kehidupan manusia. Menanam menjadi ruang paling mudah dalam menjaga kelestarian bumi. Ada 100 bibit tanaman jenis sukun ditanam di kawasan Kali Oya, Jelok, oleh sejumlah tokoh pegiat perdamaian lintas agama di Gunungkidul jelang hari menanam.

Sebelum kegiatan berlangsung, anak-anak TK diajak kegiatan bermain bersama di lokasi outbound kampung Jelok bersama guru. Mereka juga dikenalkan ketrampilan mengenal perbedaan agama yang menjadi salah satu kekayaan Indonesia.

Junior Reinna, salah satu siswa TK Theresia Wonosari, mengaku senang mengikuti kegiatan belajar lapangan. Ia bisa mengenal sungai dan mendapat teman baru dari TK Masyitoh. (yve)