Masalah Emansipasi Sudah Selesai

115
Prof Dr Ir Sari Bahagiarti MSc menyampaikan materi pada Diskusi Kebangsaan XIV yang digelar PWS Yogyakarta di Joglo Hotel Sriwedari Jalan Solo, Senin (23/04/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Permasalahan yang terkait dengan emansipasi sebenarnya sudah selesai. Banyak sekali perempuan menduduki jabatan penting bahkan jadi presiden.

Hanya saja memang pemanfaatan perempuan sebagai sumber daya manusia belum maksimal. Banyak sekali peluang terbuka menjadi pemimpin di masing-masing jenjangnya.

Namun kendalanya justru datang dari perempuan itu sendiri yang tidak percaya diri. Paradigma itu harus diubah sehingga kaum perempuan mampu mengembangkan kompetensinya.

Hal itu mengemuka dalam Diskusi Kebangsaan XIV yang digelar Paguyuban Wartawan Sepuh  (PWS) Yogyakarta di Joglo Hotel Sriwedari Jalan Solo, Senin (23/04/2018).

Kali ini temanya Perempuan Pelestari Pancasila. Tampil sebagai pembicara Prof Dr Ir Sari Bahagiarti MSc (Rektor UPN Veteran Yogyakarta), Dr Ning Rintiswati MKes (Ketua STIKES  Karya Husada) serta Drs H Idham Samawi, anggota DPR RI.

Perempuan karier atau yang bekerja di sektor manapun tetap harus mendapat dukungan pria. Apalagi bila penghasilan perempuan lebih tinggi dari suami, perlu ada saling pengertian, saling menghargai dan saling menghormati.

Idealnya setinggi apa pun jabatan perempuan harus tetap menempatkan keluarga urusan nomor satu, sehingga tetap terjalin keharmonisan keluarga dan rumah tangga terjaga keutuhannya. Anak-anak jangan sampai terlantar dan kehilangan sosok ibu karena kesibukan di luar rumah.

Pembentuk karakter bangsa  sangat penting dan idealnya dimulai dari keluarga. Terlebih di zaman now banyak tantangan besar, terutama menghadapi era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Digitalisasi tidak terelakkan. Selain positif, banyak pula sisi negatifnya bagi remaja. Ibu sebagai sosok terdekat bagi anak-anaknya harus mampu membimbingnya. Lebih dari pembentuk karakter, ibu juga berperan sebagai Ibu Bangsa.

Wanita atau ibu Zaman Now harus cerdas, berpengetahuan, peka lingkungan,  sadar cita-cita bangsa, berakhlak dan berintegritas tinggi, kreatif dan inovatif. Padahal tidak ada sekolah sebagai ibu, apalagi sekolah sebagai ibu bangsa.

Karenanya perempuan harus belajar dari naluri dan kepekaan hati, belajar dari perjalanan zaman yang terus berubah.

Mereka harus bisa membimbing anak-anaknya menjadi tidak hanya cerdas, terdidik dan rajin beribadah,  tapi juga menjadi pribadi yang berbakti pada orangtua dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.

General  Manager Sriwedari Hotel,  Tarigan, mengapresiasi langkah PWS yang peduli terhadap  bangsanya. Mempertahankan serta menanamkan ideologi Pancasila sebagai dasar negara RI itu mutlak diperlukan.

Apalagi suasana belakangan ini Pancasila digoyang-goyang. Banyak pertanyaan muncul terutama dari kalangan mahasiswa serta sosok dari berbagai komunitas yang peduli pada bangsanya. (sol)