Masih Ada 22 Keluarga Menolak Pindah

253
Pohon-pohon sudah ditumbangkan di kawasan desa lokasi calon bandara. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA)  Kulonprogo segera dimulai. Meskipun Sabtu (21/10/2017) siang sudah dilakukan bedhol desa namun bukan berarti semua warga terdampak sudah pindah.

Atau, lahan calon bandara sudah kosong blong. Ternyata, masih ada sekitar empat persen warga yang belum mau pindah.

Kades Glagah Agus Parmono mengaku dari warganya sebanyak 180 keluarga yang terdampak masih ada 22 keluarga yang masih belum bersedia untuk pindah. Mereka masih menolak dipindah ke luar wilayah terdampak.

“Masih ada 22 keluarga yang belum mau pindah. Ada beberapa alasan yang dikatakan mereka,”  tutur Kades Glagah.

Diperoleh keterangan, warga yang masih enggan keluar kawasan terdampak ada di desa- desa yang lain.

Baca Juga :  Inilah Identitas Mayat di Cepoko

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo tidak menampik adanya warga yang belum mau keluar dari wilayah terdampak ini.

Ya, masih ada sekitar empat persen yang masih belum mau pindah. Tetapi informasi yang saya dengar,  mereka hanya ingin ada pendekatan lebih khusus lagi. Besok akan kita tindak lanjuti,”  ujar Hasto Wardoyo.

Hasto menegaskan, jadwal dari presiden tidak ada perubahan. April 2019 bandara harus jadi,  maka tahapan berikutnya harus segera dilanjutkan. Semua pihak diminta memahaminya.

Manajer Proyek Pemvangunan NYIA, Sujiastono,  menyatakan  kegiatan landclearing kini sudah mencapai 60-70 persen. “Kalau tidak salah sudah 350 hektar lebih hari ini. Coba nanti dikroscek sama PP,”  katanya. (sol)

Baca Juga :  Safari Tarawih Terjadwal 19 Kali