Masih Tersisa Empat Jeruk Bali di Atas Tambir  

257
Ny Ning pedagang buah di pintu masuk Pasar Pathuk Yogyakarta. Jeruk Bali yang dia jual masih tersisa empat buah di atas tambir. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sehari menjelang tahun baru Imlek, Pasar Pathuk Kota Yogyakarta dibanjiri pembeli. Banyak kalangan etnis China mencari perlengkapan untuk acara keluarga di rumah Kamis (15/02/2018) malam. Juga untuk acara di klenteng.

Salah satu perlengkapan sesajen adalah jeruk Bali. “Agak sepi dibanding tahun-tahun lalu,” kata Ny Ning, penjual jeruk Bali dan aneka buah-buahan di pintu utama masuk Pasar Pathuk menjawab pertanyaan koranbernas.id, Kamis siang.

Pada Imlek tahun ini, dia hanya bisa menjual kurang dari 50 buah jeruk Bali yang memang wajib ada pada acara Imlek. Sampai Kamis pukul 10:15 masih tersisa empat jeruk bali di atas tambir.

Harganya, menurut Ny Ning, juga tidak sebagus dulu. Sebuah jeruk bali sekitar Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Tahun lalu bisa mencapai Rp 40.000 bahkan ada yang Rp 50.000.

Baca Juga :  Angkasa Pura Tak Tegas Tangani Pengosohan Lahan

“Buah sirkaya lebih banyak terjual. Hari Rabu dan Kamis masing-masing setengah kuintal,” katanya. Jeruk bali diperoleh dari Pasar Buah Gamping.

Jelang Imlek, para pedagang biasanya sudah menyiapkan. Selain jeruk Bali dia juga kelarisan aneka buah lain, baik untuk sesaji maupun untuk jamuan keluarga.

Demikian juga penjual aneka makanan untuk sesaji seperti kueku, mendut ketan, kue moho, timus, semuanya laris manis.  Pedagang buah pisang raja pun banyak menangguk untung.

Menjelang pukul 10:30 pedagang lapak di los maupun pedagang lesehan satu-per satu mulai mengemasi barangnya.

Meskipun menurut Kabul, koordinator atau lurah pasar, serta Handoko petugas retribusi Pasar Pathuk, sehari-hari pasar ini ramai tidak sampai terlalu siang.

Baca Juga :  Usai Dilantik Panwaskel Langsung Bertugas

Hanya satu dua pedagang di dalam pasar bertahan sampai siang. Bahkan ada yang sampai malam yakni pusat oleh-oleh di pojok pasar. Tempat itu digunakan untuk memasak bakpia sehingga bisa mendapatkan bakpia hangat sepanjang waktu.

Kabul maupun Handoko menyatakan benar pada H-1 Imlek, pasar jauh lebih ramai dibanding hari biasa. Seperti halnya suasana sehari menjelang Lebaran bagi umat Muslim  yang belanja di pasar umum.

Pada dasarnya pasar mulai buka pukul 05:00 hingga 17:00. Ada 250 pedagang, baik kios, los maupun pedagang lesehan setiap hari mencari nafkah di sana. Mereka wajib memegang kartu bukti pedagang atau KBP serta wajib membayar retribusi. (sol)